Breaking News:

Berita Nasional

Ciptakan Pasar Sehat-Selamatkan Industri BJLAS Nasional, Dibutuhkan Percepatan Regulasi Anti Dumping

Percepatan regulasi Anti Dumping Dibutuhkan untuk Menciptakan Pasar yang Sehat dan Meningkatkan Daya Saing dalam Industri BJLAS Indonesia

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Ketua Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) Bachrul Chairi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - China kembali memperlihatkan gairah ekonomi pasca meredanya wabah Covid-19 dengan meningkatkan produktivitas di sektor industri baja.

Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi pelaku usaha baja lokal dan pemerintah Indonesia dalam menghadapi serbuan baja impor.

Dampak Covid-19 melanda seluruh dunia khususnya di sector manufaktur.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika/ ILMATE, Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier dalam webinar bertajuk 'Fair Trade Series -Peningkatan Daya Saing Industri BJLAS Dengan Menciptakan Arena Bermain yang Sejajar' pada Rabu (3/03/2021).

China sebagai negara penghasil baja terbesar dunia lanjutnya sempat mengalami penurunan produktivitas.

Menurunnya impor baja China ke Indonesia juga tidak terlepas dari upaya pengendalian importasi oleh pemerintah Indonesia.

“Penurunan impor ini diyakini berkontribusi kepada surplus neraca perdagangan Indonesia, namun surplus perlu dipertahankan kedepan dengan menjaga keseimbangan supply demand baja nasional untuk menarik investasi," jelasnya dalam siaran tertulis pada Rabu (3/3/2021).

"Yang harus dipastikan dengan rata-rata peningkatan kebutuhan nasional 5% per tahun, pasar mampu memenuhinya dengan prioritas berasal dari industri dalam negeri," tambahnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, periode Januari-April 2020 importasi produk besi dan baja tercatat mencapai 2 juta ton.

Jumlah tersebut menurun sebesar 14 persen dibandingkan dengan tahun 2019 lalu.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved