Breaking News:

Rina Gunawan Meninggal

BAHAYA Covid-19 Bagi Penderita Asma Terungkap dari Kepergian Aktris Rina Gunawan

Aktris Rina Gunawan meninggal dunia dan peristiwa ini mengingatkan orang akan bahaya Covid-19 bagi penderita asma.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Rina Gunawan dan Teddy Syach 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebelum meninggal dunia, aktris Rina Gunawan diketahui punya penyakit asma.

Kondisi ini yang membuatnya sempat kritis setelah terpapar Covid-19.

Artis yang juga menjadi pebisnis Wedding Organizer ini mengalami kritis berbarengan dengan istri Anang Hermansyah, Ashanty.

Baca juga: Ashanty Unggah Percakapan Terakhir Rina Gunawan, Terpapar Covid-19 hingga Masuk Rumah Sakit Bareng

Bahkan keduanya saling suport dan mendoakan untuk bisa segera sembuh.

Ashanty saat ditemui di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021). Dia mengatakan, ketika Muhammad Putra minta keluar dari pesantren, maka tugasnya untuk membiaya pendidikan anak angkatnya ini dianggapnya selesai.
Ashanty saat ditemui di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021). Dia mengatakan, ketika Muhammad Putra minta keluar dari pesantren, maka tugasnya untuk membiaya pendidikan anak angkatnya ini dianggapnya selesai. (Warta Kota/Bayu Indra Permana)

Namun rupanya Tuhan berkata lain, Rina Gunawan dinyatakan meninggal dunia, Selasa (2/3/2021) sore.

Seberapa bahayanya penyakit asma menjadi komorbid atau penyakit penyerta yang memperparah kondisi penderita Covid-19? 

Kemudian, apakah penderita asma menjadi kelompok berisiko tinggi terinfeksi Covid-19?

Setiap tahun, penderita asma bersiap menghadapi penyakit musiman seperti masuk angin dan flu. 

Baca juga: RINA Gunawan Meninggal Dunia, Ini Keinginan Mulia Istri Teddy Syach yang Tak Terlaksana hingga Ajal

Menurut pejabat kesehatan, mereka yang paling berisiko adalah populasi yang lebih tua atau orang dengan kondisi medis bawaan. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa penderita asma berisiko tinggi terinfeksi Covid-19.

Asma disejajarkan dengan diabetes dan penyakit jantung yang merupakan kelompok lebih rentan akan virus. 

Baca juga: Influenza pada Penderita Asma

Yayasan Asma dan Alergi Amerika juga mendaftarkan asma sebagai kondisi medis kronis yang membuat seseorang lebih berisiko.

"Penderita asma harus mengambil tindakan pencegahan ketika segala jenis penyakit pernapasan menyebar di komunitas mereka," demikian pernyataan Yayasan tersebut, seperti dilansir Time, Rabu (18/3/2020).

Namun begitu, Sebastian Johnston, seorang profesor Kedokteran Pernapasan dan Alergi di Inggris mengungkap, sejauh ini tidak ada bukti definitif bahwa penyakit asma meningkatkan kemungkinan tertular virus atau mengalami penyakit yang lebih parah.

Baca juga: Ashanty Kenang Rina Gunawan yang Membantu dari Lamaran, Akad, hingga Resepsi Pernikahan dengan Anang

Menurutnya, belum ada data yang bisa mengaitkan hubungan keduanya.

"Data yang kami miliki sejauh ini dari Cina dan Korea Selatan tidak mengidentifikasi orang dengan asma berisiko terkena virus atau memiliki penyakit yang lebih parah dengan virus," kata Johnston.

Kepala Klinis untuk Perawatan Asma di Rumah Sakit Guy's di London, David Jackson, juga mengatakan hal yang sama.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Rina Gunawan Mengaku Tidak Sabar Mengurus Penikahan Putri Sambung Ashanty, Aurel

Ia mengemukakan bahwa asma tampaknya tidak menjadi faktor risiko yang signifikan untuk infeksi yang lebih parah.

"Coronavirus baru atau Covid-19 tampaknya tidak dapat mempengaruhi penderita asma dengan cara yang sama seperti virus lain pada umumnya," jelas dia.

Namun begitu, Johnston tetap mengimbau agar orang dengan asma harus mengikuti semua tindakan pencegahan yang disarankan.

Seperti menghindari interaksi sosial, menghindari kontak dengan orang yang memiliki gejala pernapasan, rutin mencuci tangan, serta membawa inhaler.

Sebab virus yang lebih tua seperti flu musiman tetap menjadi ancaman.

Orang-orang dengan asma terbiasa mengalami pilek musiman dan flu, membuat kondisi mereka semakin buruk dan pada akhirnya menyebabkan sesak nafas dan batuk.

Lebih berbahaya

Virus corona yang saat ini sedang mewabah juga diketahui menyerang sistem pernapasan.

Ini membuat para penderita asma bertanya-tanya, apakah dirinya lebih rentan terhadap covid-19?

Asma adalah masalah pernafasan yang disebabkan oleh radang saluran pernapasan yang membawa udara ke dan dari paru-paru.

Baca juga: Ashanty Unggah Percakapan Terakhir Rina Gunawan, Terpapar Covid-19 hingga Masuk Rumah Sakit Bareng

Penderita asma tidak lebih mungkin terkena virus corona daripada orang lain.

Tetapi Covid-19, seperti virus pernapasan lainnya, dapat membuat gejala asma yang mereka alami bertambah buruk dan bahkan berpotensi mengalami serangan asma yang mengancam nyawa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencantumkan asma, bersama dengan diabetes dan penyakit jantung, sebagai kondisi yang membuat seseorang "lebih rentan menjadi sakit parah akibat virus corona."

Kepala Saran Kesehatan di Asthma UK, Jessica Kirby mengatakan asma tidak membuat seseorang lebih rentan terinfeksi virus corona.

Baca juga: Jenazah Rina Gunawan Dimakamkan Besok Pagi, Punya Riwayat Sesak Napas dan Diduga Positif Covid-19

Tetapi sayangnya jika orang dengan kondisi paru-paru seperti asma terkena virus corona, kondisi mereka bisa lebih parah.

Ia menambahkan, orang-orang dengan masalah paru-paru lebih mungkin mengalami komplikasi dan membutuhkan perawatan di rumah sakit ketika terkena virus corona.

"Setiap infeksi pernapasan dapat menyebabkan masalah bagi penderita asma dan sejauh ini, bukti menunjukkan bahwa virus corona tidak berbeda," katanya.

Apakah asma dianggap sebagai penyakit penyerta?

Baca juga: Rina Gunawan Meninggal Dunia di Ruang ICU, Teddy Syach Tidak Bisa Menemani Saat Terakhir Istrinya

Kebanyakan orang yang terkena virus corona hanya menderita efek ringan dan cenderung baik-baik saja di masa depan.

Tetapi bagi sebagian kecil masyarakat, penyakit ini bisa mematikan, termasuk bagi mereka yang sudah memiliki masalah kesehatan mendasar.

Pose ancaman terbesar virus corona adalah mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dan penyakit kronis jangka panjang.

Meskipun asma tidak dianggap sebagai penyakit penyerta, penyakit ini masih merupakan kondisi yang harus diwaspadai selama wabah corona karena penderita asma sudah memiliki masalah pernapasan.

Ini dapat memicu virus corona menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan.

Bahkan jika penderita asma tidak tertular virus korona, virus pernapasan seperti ini dapat memicu gejala yang dapat menyebabkan serangan asma.

Salah satu dokter top Inggris telah mendesak penderita asma untuk tinggal di rumah saja jika memungkinkan untuk melindungi diri mereka dari tertular Covid-19.

Tips bagi penderita asma

Wakil Kepala Pejabat Medis untuk Inggris, Jonathan Van-Tam mengatakan, orang dengan asma harus menghindari interaksi yang tidak perlu untuk mengurangi penyebaran virus yakni dengan menerapkan pembatasan sosial.

Baca juga: Meninggal di Usia 46 Tahun,ini Perjalanan Karir Rina Gunawan, dari Penyanyi hingga Wedding Organizer

Asma UK menyarankan mereka yang memiliki penyakit penyerta untuk melakukan langkah-langkah berikut di tengah pandemi corona:

  • Hindari interaksi yang tidak perlu dengan orang lain termasuk pertemuan besar, berjabat tangan dengan orang atau memeluk orang lain, serta menghindari perjalanan yang tidak perlu, terutama menggunakan transportasi umum.
  • Hindari pergi ke tempat-tempat umum seperti bar, restoran, dan bioskop.
  • Jika memungkinkan, bekerja dari rumah.
  • Tidak perlu mengisolasi diri sendiri, tetapi jaga kontak dengan orang lain seminimal mungkin.

National Health Service mengatakan, Anda perlu mengisolasi diri jika memiliki gejala virus corona atau hidup dengan seseorang yang memiliki atau berada dalam kategori "risiko tinggi" terhadap virus corona.

"Hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko serangan asma yang dipicu oleh virus adalah memastikan asma terkelola sebaik mungkin, yang berarti menggunakan inhaler setiap hari seperti yang diresepkan, dan jaga inhaler Anda dalam jangkauan sehingga dapat menggunakannya jika gejala asma memburuk," kata Jessica Kirby.

Baca juga: Rina Gunawan Meninggal, Rumah Teddy Syach di Kawasan Sentul City Tampak Kosong Tidak Ada Aktifitas

Jika gejala asma memburuk tetapi Anda tidak melakukan perjalanan ke daerah berisiko dalam waktu dekat atau melakukan kontak dengan seseorang yang positif terinfeksi virus corona, cobalah membuat janji dengan dokter sesegera mungkin.

Jessica juga mengatakan siapa pun yang mengalami serangan asma harus mengikuti langkah-langkah penanganan asma dan siaga menelepon rumah sakit atau ambulan jika diperlukan.

"Hal terbaik yang bisa dilakukan penderita asma adalah mengurangi risiko terkena virus corona dan mengikuti aturan yang berlaku," katanya.

Kata Ashanty

Kabar meninggalnya Rina Gunawan, Selasa (2/3/2021) tentu mengejutkan banyak pihak.

Pasalnya, istri Teddy Syach ini diketahui tak memiliki riwayat penyakit yang serius.

Baca juga: Lewati Masa Kritis dan Sedang Jalani Isolasi Mandiri di Rumah, Ashanty: Jangan Sepelekan Covid-19!

Namun, rupanya dia meninggal karena tak kuat melawan ganasnya Covid-19.

Hal ini terungkap dari pengakuan Ashanty.

Diketahui, Rina Gunawan sempat mengalami kritis bersama Ashanty karena Covid-19.

"Tehhhh baru kemarin ya Allah kena Covid bareng aku, kritisnya bareng, ini bohong kannnn," tulis Ashanty sebagai keterangan di Instagramnya, Selasa (2/3/2021) malam.

Dalam unggahan Instagram itu, Ashanty melampirkan percakapan WhatsApp terakhir dengan Rina Gunawan.

"Sayang semoga sudah sehat. Teteh kena Covid juga nih hiks," begitu isi pesan Rina pada Ashanty.

Diketahui, Rina Gunawan memiliki penyakit bawaan berupa asma.

Penyakit ini tentu kian memberatkannya, mengingat asma juga menyerang organ paru-paru.

Sempat mengalami masa kritis bareng Ashanty, Rina Gunawan rupanya berjanji akan berjuang bersama untuk sembuh.

"Tehhhhh ya Allah sakit barengan, kritis barengan, janji mau berjuang bareng, janji mau urus nikahan loly, janji mau ketemu, tlpan lama setelah sekian lamaaaa," tulis Ashanty masih di Instagramnya.

Rina Gunawan, istri Teddy Syah meninggal dunia hari ini, dan hal ini telah dibenarkan oleh Evi, manager Rina Gunawan.

Saat dikonfirmasi awak media, Evi membenarkan soal istri Teddy Syah meninggal dunia.

Dihubungi media, Evi menyampaikannya sembari menangis.

"Iya (meninggal dunia)," kata Evi saat dihubungi awak media, Selasa (2/3/2021).

Evi tak bisa memberikan banyak penjelasan, dirinya menunggu penjelasan dari Teddy Syach yang memberikan statemen.

"Tapi nanti (jelasnya) tunggu ya mas Teddy saja," ujar Evi.

Selain sebagai seorang presenter, Rina Gunawan juga memiliki sebuah bisnis wedding organizer. Ia meninggal dunia di usianya 46 tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apakah Penderita Asma Lebih Berisiko Terkena Virus Corona?", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/25/085528820/apakah-penderita-asma-lebih-berisiko-terkena-virus-corona?page=all.

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Sebelum Meninggal, Rina Gunawan Alami Kritis dan Saling Mendoakan dengan Ashanty, https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/03/02/sebelum-meninggal-rina-gunawan-alami-kritis-dan-saling-mendoakan-dengan-ashanty?page=all.

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved