Breaking News:

Berita Depok

Pemkot Depok Kekurangan 8.000 ASN Lakukan Evaluasi Analisa Jabatan, Minta Guru dan Tenaga Kesehatan

Pemkot Depok kekurangan 8.000 ASN lakukan evaluasi analisa jabatan, minta guru dan tenaga kesehatan.

Wartakotalive.com/Gopis Simatupang
Pemkot Depok kekurangan 8.000 ASN lakukan evaluasi analisa jabatan, minta guru dan tenaga kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pemkot Depok kekurangan 8.000 ASN lakukan evaluasi analisa jabatan. Minta guru dan tenaga kesehatan.

Meski tahun lalu telah menerima ratusan calon aparatur sipil negara (ASN), nyatanya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih kekurangan jumlah ASN untuk ditempatkan di sejumlah sektor pemerintahan.

Tak tanggung-tanggung, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok mencatat, Pemkot Depok membutuhkan sekitar 14.000 ASN.

Sekretaris BKPSDM Kota Depok, Mary Liziawati, mengaku angka tersebut merupakan kebutuhan pegawai berdasarkan analisa beban kerja (ABK). 

Baca juga: Lansia Depok di 10 Kelurahan Dapat Prioritas Vaksinasi Covid-19, Ini Penjelasannya

Berdasarkan ABK di tahun 2018, Kota Depok membutuhkan 13.184 ASN. Sementara di 2020 meningkat menjadi 14.983 orang.

"Sekarang kita baru punya 6.823 ASN masih kurang sekitar 8.000 orang. Saat ini kami sedang melakukan evaluasi terhadap Analisa Jabatan (Anjab) ABK semua Perangkat Daerah (PD)," papar Mary seperti dikutip dari rilis Pemkot Depok, Selasa (2/3/2021). 

Baca juga: Bandar Besar Ganja Ditangkap Polres Metro Jakarta Barat di Sumatera Utara, Edarkan 115 Kg di Depok

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Mary mengatakan tahun ini pihaknya telah mengajukan Calon Pegawai Negeri Sipil  (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI.

Dalam pengajuan tersebut, Pemkot Depok meminta sebanyak 670 orang yang terdiri dari 314 CPNS dan 356 PPPK.

"Formasinya yaitu guru 182 orang, tenaga kesehatan 249 orang, serta tenaga teknis 239 orang. Tapi kita belum tahu jumlah yang bakal disetujui," katanya.
 

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved