Breaking News:

Otomotif

Pemerintah Buat Kebijakan Mobil Murah, Pengusaha Mobil Bekas Menjerit

Pemerintah Buat Kebijakan Mobil Murah, penjual mobil bekas menjerit karena kebijakan relaksasi pajak PPnBM 0 persen untuk industri otomotif.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Penjual mobil bekas menjerit karena kebijakan relaksasi pajak PPnBM 0 persen untuk industri otomotif. Foto ilustrasi: Suasana bursa mobil bekas di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2020). 

"Kalau terdampak kebijakan itu berarti mobil merek itu dengan kondisi baru yakni hanya Rp150 juta. Belum termasuk diskon. Jadi hanya beda tipis dengan mobil second," terang Fuad.

Maka dari itu Fuad berharap pemerintah hapus kebijakan tersebut. Sebab kata Fuad, penjualan mobil bekas baru terkerek November 2020 lalu usai terdampak Pandemi Covid-19.

Baca juga: Dana Pas-pasan Beli Mobil Bekas? Daihatsu Xenia Tahun 2004-2007 Bisa Jadi Pilihan, Cuma Rp 50 Jutaan

Pada Senin, 1 Maret 2021, kebijakan relaksasi pajak PPnBM 0 persen untuk industri otomotif resmi diberlakukan.

Pemberlakuan dari kebijakan PPnBM 0 persen ini akan dilakukan mulai bulan Maret sampai Desember 2021 dan dibagi menjadi tiga tahapan.

Berkat adanya kebijakan PPnBM 0 persen, beberapa mobil yang ada di Indonesia akan jadi lebih murah karena harganya turun.

Baca juga: Daftar Mobil Bekas Hatchback Tahun 2021 Bisa Dibeli dengan Harga 60 Jutaan

Untuk mobil yang mendapatkan diskon harga dari pemerintah merupakan kendaraan dengan kapasitas mesin maksimal 1.500 CC, berpenggerak roda 4x2, dengan angka tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 70 persen. (m24)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved