Breaking News:

Ujaran Kebencian

Minta Jadi Tahanan Kota, Gus Nur: Saya Harus Ketemu Keluarga dan Matahari

Gus Nur sebagai terdakwa hadir melalui virtual conference Zoom dari rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Istimewa
Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur, didakwa atas dugaan ujaran kebencian dan SARA terhadap Nahdlatul Ulama (NU). 

"Benar, yang bersangkutan ditangkap di Malang, Sabtu 24 Oktober 2020, pukul 00.00 WIB," kata Listyo, Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Pasien Covid-19 di Kabupaten Karawang Tambah 82 Orang, Tiga Pabrik Jadi Klaster Baru

Dirtipidsiber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi mengatakan, Gus Nur ditangkap di sebuah rumah yang beralamat di Pakis, Malang, Jawa Timur, Sabtu dini hari.

"Atas tuduhan menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan," ucapnya.

Pernyataan Gus Nur tersebut disebarkan dalam akun YouTube MUNJIAT Channel pada 16 Oktober 2020.

Baca juga: Buka Peluang Bertemu Rizieq Shibab, Pangdam Jaya: FPI Bukan Musuh Kita

"Tindak pidana menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan."

"Menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas SARA dan penghinaan," kata Slamet.

Sebelumnya, Gus Nur dilaporkan oleh Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Cirebon Azis Hakim ke Bareskrim Polri kemarin.

Baca juga: Polri Klaim Kini Tak Ada Lagi Polisi Menganggur yang Jadi Analisis Kebijakan, Semuanya Punya Jabatan

Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM tanggal 21 Oktober 2020.

Hakim selaku pelapor mengatakan, pihaknya melaporkan dengan dugaan tindak pidana penghinaan dan ujaran kebencian melalui media elektronik.

Ia menyebut Gus Nur bukan kali ini saja melontarkan ujaran kebencian terhadap NU. (Rizki Sandi Saputra)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved