Breaking News:

Ujaran Kebencian

Minta Jadi Tahanan Kota, Gus Nur: Saya Harus Ketemu Keluarga dan Matahari

Gus Nur sebagai terdakwa hadir melalui virtual conference Zoom dari rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Istimewa
Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur, didakwa atas dugaan ujaran kebencian dan SARA terhadap Nahdlatul Ulama (NU). 

"Bagaimana ini Pak Hakim, apakah masih layak sidang ini dilanjutkan?"

"Dari saksi pertama sudah tidak tahu tidak tahu, saksi inti yang merasa saya cemarkan juga tidak hadir, tidak layak dilanjutkan," ucapnya.

Baca juga: Amien Rais Bakal Deklarasikan Partai Ummat pada 17 Ramadan, Sebelumnya Dijadwalkan 26 Maret

Sudah empat kali kedua saksi yang dimaksud mangkir dalam agenda persidangan.

Pertama, pada Selasa 9 Februari 2021, lalu pada Selasa 16 Februari 2021, kemudian pada Selasa 23 Februari 2021, dan hari ini Selasa 2 Maret 2021.

Menanggapi hal tersebut, hakim ketua Toto Ridarto akan menyertakan kedua saksi secara virtual untuk persidangan selanjutnya.

Baca juga: Marzuki Alie Akui Pernah Dilobi SBY Agar Tak Maju Jadi Ketum Demokrat, Minta Ada Saksi Saat Bertemu

Dengan begitu, Toto kembali menunda jalannya persidangan hingga Selasa (9/3/2021) pekan depan.

"Tolong saksi maksimalkan ya, kalau memang sakit panggil dokternya, kalau tidak bisa dihadirkan, (diikutsertakan) secara online," pinta Toto.

Dakwaan

Sugi Nur Rahardja didakwa atas dugaan ujaran kebencian dan SARA terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Jaksa mendakwa Gus Nur dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu, berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved