Ujaran Kebencian

Minta Jadi Tahanan Kota, Gus Nur: Saya Harus Ketemu Keluarga dan Matahari

Gus Nur sebagai terdakwa hadir melalui virtual conference Zoom dari rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur, didakwa atas dugaan ujaran kebencian dan SARA terhadap Nahdlatul Ulama (NU). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dengan terdakwa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (2/3/2021).

Sidang lanjutan yang digelar di ruang sidang utama PN Jaksel hari ini beragendakan pemeriksaan saksi.

Gus Nur sebagai terdakwa hadir melalui virtual conference Zoom dari rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 16 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Bali Terbanyak, Jakarta Nihil

Dalam sidang tersebut, Gus Nur meminta majelis hakim melakukan penangguhan penahanan, karena dirinya merasa terzalimi.

"Mohon pertimbangkan tahanan kota atau apa Pak Hakim."

"Saya harus ketemu keluarga, ketemu matahari, terzalimi sekali saya kalau seperti ini," ungkap Gus Nur melalui virtual conference, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Kenapa Penyintas Covid-19 Baru Bisa Divaksin Setelah 3 Bulan Sembuh? Ini Penjelasannya

Dirinya juga menanyakan terkait kejelasan proses persidangan agar tidak berlarut-larut, mengingat sidang sudah empat kali ditunda karena kedua saksi tidak hadir.

Di mana saksi yang dimaksud adalah eks Ketua Umum GP Ansor yang kini menjabat sebagai Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Ketidakhadiran Said Aqil dikonfrimasi oleh kejaksaan, berdasarkan keterangan dokter yang diterima jaksa, yang bersangkutan sedang sakit.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 14 Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Ada di Papua, Nias, Maluku Utara, dan Bengkulu

Sedangkan ketidakhadiran Menteri Agama Gus Yaqut dinyatakan jaksa belum ada konfirmasi sejak dilayangkan surat undangan pada 26 Februari 2021 hingga hari ini.

"Bagaimana ini Pak Hakim, apakah masih layak sidang ini dilanjutkan?"

"Dari saksi pertama sudah tidak tahu tidak tahu, saksi inti yang merasa saya cemarkan juga tidak hadir, tidak layak dilanjutkan," ucapnya.

Baca juga: Amien Rais Bakal Deklarasikan Partai Ummat pada 17 Ramadan, Sebelumnya Dijadwalkan 26 Maret

Sudah empat kali kedua saksi yang dimaksud mangkir dalam agenda persidangan.

Pertama, pada Selasa 9 Februari 2021, lalu pada Selasa 16 Februari 2021, kemudian pada Selasa 23 Februari 2021, dan hari ini Selasa 2 Maret 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved