Breaking News:

Berita Jakarta

Bandar Besar Ganja Ditangkap Polres Metro Jakarta Barat di Sumatera Utara, Edarkan 115 Kg di Depok

Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat tangkap bandar ganja besar di Sumatera Utara, yang mengedarkan 115 kilogram (kg) ganja di Depok, Jawa Barat.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Panji Baskhara
Dok Humas Polres Metro Jakarta Barat
Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat tangkap bandar ganja besar di Sumatera Utara, yang mengedarkan 115 kilogram (kg) ganja di Depok, Jawa Barat. 

Putusan ini lebih rendah dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan dakwaan Alternatif Kesatu, Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Kedua, Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Namun dalam proses perjalan sidang, JPU Ivan Rinaldi menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) yang beratnya melebihi 1 kilogram atau melebihi 5 batang pohon.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Dakwaan kedua JPU, Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Hendri alias Cupes, terdakwa II Yose alias Ambon dan terdakwa III Yusuf Wahyudi alias Jamet dengan pidana penjara masing-masing selama 8 (delapan) tahun penjara dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan dan denda Rp 800 juta subsidair 3 bulan penjara," tutur JPU saat pembacaan Surat Tuntutan, Senin (18/1/2021).

Dalam Surat Dakwaan JPU Nomor Reg Perkara m: PDM-300/Depok/10/2020 dikatakan bahwa terdakwa yaitu Hendri alias Cupes, Yose alias Ambon, dan Yusuf Wahyudi alias Jamet diamankan polisi pada Senin, 6 Juli 2020 sekira pukul 23.00 WIB.

Mereka ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Gang Damai Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Kronologis awal penangkapan dilakukan saat anggota kepolisian mengamankan Malik Abdul Azis dan Indri alias Petonk yang merupakan terdakwa lainnya dalam berkas terpisah.

Dari pengakuan keduanya, diketahui bahwa narkotika jenis ganja itu mereka dapat dari terdakwa II.

Kemudian polisi melakukan pengembangan dan pengamatan di lokasi.

Akhirnya, Yose berhasil diamankan saat sedang duduk di atas sepeda motor Yamaha Fino.

Saat digeledah, ditemukan satu unit HP merk Xiomi di genggaman tangan Yose dan uang sebesar Rp 150.000 yang rencananya akan dibelikan sabu sesuai arahan Hendri.

Berdasarkan informasi dari Yose, anggota polisi langsung menuju ke Gang Damai, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, untuk melakukan penangkapan terhadap Hendri.

Saat dilakukan penggeledahan pada badan Hendri didapati satu unit HP merk Iphone warna hitam di tangan sebelah kanan.

Kepada Anggota Kepolisian, Hendri mengaku menyimpan ganja di rumah kontrakan Yusuf di Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Atas informasi itu, polisi selanjutnya mendatangi lokasi.

Sesampai di lokasi ditemukan 37 bungkus kertas warna coklat yang di dalamnya berisi ganja dan satu buah kardus warna coklat bertuliskan CITRA.

Di dalamnya berisi 13 bungkus kertas panjang warna coklat yang berisikan ganja.

Kesemua barang bukti tersebut beserta Hendri, Yose, dan Yusuf dibawa ke Polres Depok untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, pada Minggu, 5 Juli 2020, Yose menghubungi Petonk untuk menawarkan mengedarkan Narkotika jenis Ganja sebanyak dua bungkus. 

Lalu, Petonk menyanggupi permintaan tersebut untuk bertemu di Pabrik Tahu.

Setiba di lokasi, Hendri menyerahkan dua bungkus Ganja kepada Petonk.

Selanjutnya, Petonk kembali lagi ke rumah kontrakannya. 

Dua bungkus Ganja itu oleh Petonk dibagi lagi dan dibungkus dengan rapi di dalam kertas tisu untuk disimpan kembali.

Sementara Hendri setelah memotong paket ganja, langsung dimasukkan ke dalam kantong plastik yang disimpan di dalam rumah kosong.

Di hari yang sama, Hendri datang ke rumah Yusuf.

Saat sedang mengobrol, Yose datang ke lokasi.

Melihat kondisi rumah kontrakan aman, Hendri berinisiatif untuk mengambil kantong plastik yang di dalamnya berisikan Ganja dari rumah kosong tersebut.

Setelah Ganja tersebut diambil lalu Hendri berinisiatif membagi Ganja itu dengan menggunakan timbangan digital menjadi 16 bungkus panjang warna coklat.

Masing-masing per bungkus seberat 40 gram dan sisanya dimasukkan kembali ke dalam kantong plastik.

Sedangkan 16 bungkus Ganja oleh Hendru dimasukkan kantong plastik warna hitam lalu disimpan ke dalam kardus warna coklat yang bertuliskan CITRA kemudian dibawa oleh Hendri. 

Ganja itu oleh Hendri diberikan kepada Petonk sebanyak dua bungkus dan satu bungkus kepada Malik.

(Wartakotalive.com/M24/VIN)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved