Breaking News:

Berita nasional

Komnas HAM Telah Terbitkan Lebih Dari 5 Ribu Surat Keterangan untuk Korban Pelanggaran HAM Berat

Dalam rangka pemenuhan hak korban pelanggaran HAM berat, Komnas HAM telah menerbitkan lebih dari lima ribu surat keterangan untuk korban.

istimewa
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara 

Wartakotalive.com, Jakarta - Dalam rangka pemenuhan hak korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat, Komnas HAM telah menerbitkan lebih dari lima ribu surat keterangan untuk korban.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menjelaskan surat keterangan tersebut merupakan syarat bagi korban untuk mendapatkan bantuan berupa layanan kesehatan dan psikososial dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Beka mengatakan dasar hukum yang menjadi mandat penerbitan surat tersebut adalah PP nomor 7/2018 tentang pemberian kompensasi, restitusi, dan bantuan kepada saksi dan korban termasuk korban pelanggaran HAM Berat.

Hal tersebut disampaikan Beka saat peluncuran buku berjudul "Merawat Ingatan Menjemput Keadilan: Ringkasan Eksekutif Peristiwa Pelanggaran HAM yang Berat", Senin (1/3/2021).

"Sampai saat ini, Komnas sudah menerbitkan lebih dari lima ribu surat keterangan korban pelanggaran HAM. Dan ini bisa digunakan oleh korban untuk ke LPSK. Hanya, memang tadi juga disampaikan Pak Amir, anggaran negara untuk korban pelanggaran HAM berat ini sangat sedikit. Sehingga terkadang korban harus menunggu lagi, harus berkorban lagi," kata Beka.

Selama ini para korban tersebut, kata Beka, berharap mendapat kompensasi berupa hak pensiun materi yang dirampas dan lainnya.

Dalam hal ini, kata Beka mencontohkan, ada sekitar 199 guru di satu kabupaten di Jawa Tengah yang pernah dipecat karena dianggap terlibat dalam peristiwa 65.

Namun kemudian, kata Beka, mereka menggugat dalam pengadilan dan dimenangkan oleh PTUN serta sudah mempunyai kekuatan hukum tetap bahwa harus ada ganti rugi dari negara terhadap gajinya, uang pensiunnya, yang selama ini tidak dibayarkan.

"Tetapi sampai saat ini oleh negara belum ada ganti ruginya," kata Beka.

Kemudian, para korban kata Beka juga berharap mendapat rehabilitasi nama baik.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved