Jumat, 12 Juni 2026

Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Berharap Program Vaksinasi Sukses dan KBM Bisa Tatap Muka Kembali

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi berharap program vaksinasi sukses dan berharap KBM bisa dilgelar kembali.

Tayang:
Editor: Lucky Oktaviano
Istimewa
Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi berharap program Vaksinasi menjadi sebuah kunci sukses dan berharap agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka bisa dilakukan kembali. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi berharap program Vaksinasi menjadi sebuah kunci sukses.

Harapan tersebut disampaikannya agar angka penderita Covid-19 tidak terus bertambah.

Selain itu berharap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bisa dapat dilakukan secara tatap muka.

Saat ini pemerintah mendatangkan vaksin dengan tujuan mampu dapat mengurangi angka positif.

Harapan lain juga agar bisa mampu mengatasi pandemi yang akan memasuki masa setahun sejak ditemukan pada tahun lalu.

Vaksinasi ditujukan pertama kepada tenaga medis yang berjuang sebagai garda terdepan dan hari ini diberikan kepada pekerja media.

“Saya berharap program vaksinasi dapat berjalan sukses untuk menekan angka positif. Sehingga semakin cepat proses suksesnya dari program vaksinasi ini, semakin cepat pula KBM tatap muka dapat dilaksanakan,” harapnya.

Rusdi menjelaskan bahwa Komisi IV menargetkan untuk dapat melakukan KBM dengan tatap muka.

Hal tersebut telah dirapatkan oleh dinas terkait. Dalam rapat tersebut memiliki hasil dengan menargetkan pada awal tahun 2021 bisa dapat diberlakukan.

“Kami komisi IV pada awalnya justru mendorong itu dilaksanakan pada Januari kemarin.” Jelasnya.

"Kita telah rapat dengan Dinas Pendidikan. Kita targetkan pada waktu itu di tanggal 11 Januari 2021 kita telah bisa melakukan KBM tatap muka," ujar Rusdi.

Namun, hingga kini sekolah masih melakukan KBM melalui online.

Hal tersebut disebabkan adanya kendala yang kembali terjadi sehingga KBM dengan tatap muka belum dapat dilakukan.

Kendala tersebut terjadi karena adanya lonjakan angka penderita Covid-19.

“Ternyata pada saat itu data menunjukan angka positf meningkat. Kita justru memiliki zona merah dibanyak kecamatan," kata Rusdi.

Ditambah lagi adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri. Ya akhirnya kita belum dapat melakukan KBM tatap muka.” paparnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved