Breaking News:

Virus Corona Bekasi

Evaluasi Setahun, Pembiayaan Penanganan Covid-19 Dinilai Ganggu Stabilitas Keuangan Kota Bekasi

Evaluasi Setahun, Pembiayaan Penanganan Covid-19 Dinilai Rahmat Effendi Ganggu Stabilitas Keuangan Kota Bekasi. Berikut Paparannya

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Jelang setahun penanganan virus corona atau Covid-19, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui bahwa pembiayaan penanganan Covid-19 yang dilimpahkan kepada pemerintah menganggu stabilitas finansial daerahnya.

Rahmat menjelaskan setengah dari postur APBD 2021 Kota Bekasi sebesar Rp 5,9 triliun difokuskan untuk pembiayaan penanganan Covid-19.

"Kan sekarang kita separuh (APBD) fokuskan ke sini, penanganan Covid-19. Belum insentif nakesnya, belum alatnya, belum waktunya, sehingga terganggu infrastruktur yang lain," kata Rahmat saat dikonfirmasi, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Pelayanan Asuransi ABDA Buruk, Tiga Tahun Ajukan Klaim Kerusakan, Kendaraan Tidak Kunjung Diperbaiki

Hal itu diperberat dengan menurunnya daya beli masyarakat, sehingga beberapa tempat usaha yang menjadi sumber penghasilan pendapatan asli daerah (PAD) turut melorot.

"Belum lagi kondisi ekonomi, pedagang yang masih terganggu, tempat hiburan, investasi, kemudian pengangguran kan banyak efek lanjutannya," ucapnya.

Meski dengan dana yang sangat terbatas, Pemkot Bekasi masih mampu membiaya tracing Covid-19 secara gratis sehingga tak membebankan masyarakat.

Baca juga: Langgar Hak Konsumen, YLKI Minta Otoritas Jasa Keuangan Tegur Buruknya Kinerja Asuransi ABDA

Pihaknya juga melakukan penambahan fasilitas alat guna mendukung proses penyembuhan pasien, seperti penambahan laboratorium dan ruang isolasi di Stadion Patriot Candrabhaga.

"Ya alhamdulillah alatnya kita sudah ada walupun tidak maksimal. PCR kita ada labkesda, di RSUD, di Puskesmas ada dan di kontainer," tutur Rahmat.

Baca juga: Jadi Sorotan YLKI dan OJK, Asuransi ABDA Mendadak Kirim SPK Perbaikan Kendaraan

Jelang setahun, berdasarkan data pada laman corona.bekasikota.go.id, Senin (1/3/2021), sebanyak 34.265 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bekasi.

Dengan rincian 589 pasien masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri, 33.227 orang dinyatakan sembuh dan 449 orang meninggal dunia. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved