Breaking News:

Berita Depok

Belajar Tatap Muka di Depok Digelar Juli 2021, Namun Harus Memenuhi Syarat

Belajar tatap muka di Depok digelar Juli 2021, Namun harus memenuhi syarat.

Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Belajar tatap muka di Depok digelar Juli 2021, Namun harus memenuhi syarat. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Belajar tatap muka di Depok digelar Juli 2021, namun harus memenuhi syarat.

Setelah pada Januari 2021 lalu wacana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dibatalkan, kini wacana tersebut kembali dicanangkan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok Mohammas Thamrin mengatakan pelaksanaan KBM akan kembali dicanangkan di awal tahun ajaran baru pada Juli 2021.

Wacana ini kembali bergulir lantaran belakangan Kota Depok telah berubah zona dalam kategori Covid-19, di zona merah menjadi zona oranye.

Baca juga: Ada 18.850 Guru danTenaga Kependidikan di Depok Didaftarkan Sebagai Penerima Vaksin Covid-19

Tak hanya itu, perubahan peningkatan juga sudah menyentuh ke wilayah Rukun Tetangga (RT). Banyak RT masuk ke dalam zona hijau.

Meski demikian, Thamrin mengatakan, pelaksanaan KBM nantinya akan tergantung pada kondisi di daerah masing-masing. 

Baca juga: Begini Kondisi Etty Maryati Salim Saat Imam Budi Hartono Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok

Syaratnya Kota Depok kondisinya membaik. 

“Juni kami akan rapat dengan satgas dengan kondisi Depok. Kalau dari pusat kembali lagi ke kondisi daerah seperti apa. Kalau dengan kondisi sekarang, kita dari merah ke oranye," 

"Sebaran RT banyak hijau, saya Berharap Juni membaik dan kita lapor awal ajaran. Dengan kondisi saat ini terus membaik kita berharap bisa tatap muka,” papar Thamrin saat dikonfirmasi wartawan, Senin (1/3/2021). 

SMP Segar, Satu-satunya sekolah di Depok yang miliki Sanggar Barongsai. Ini Kisahnya di saat Covid-19.
SMP Segar, Satu-satunya sekolah di Depok yang miliki Sanggar Barongsai.  (Wartakotalive.com/Dodi Hasanuddin)

Sementara itu, dalam rangka KBM, Disdik Kota Depok telah menyodorkan daftar 18.850 tenaga pendidik untuk menerima vaksin Covid-19.

Ribuan tenaga pendidik tersebut dikatakan Thamrin berasal dari beebagai jenjang, mulai dari PAUd sampai dengan SMP.

Sedangkan untuk jenjang SMA ada di tingkat provinsi kewenangannya. 

“Data guru semua kita sampaikan dari PAUD sampai SMP. Kalau SMA di provinsi. Data sudah disampaikan ke Dinkes, tapi kuota (penerima vaksin) berapa kami belum tahu,” kata dia. 
 

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved