BPJamsostek

Selama Masa Relaksasi, BPJamsostek Berikan Keringanan Rp3,922 Triliun kepada 580.190 Pemberi Kerja

Dengan berakhirnya masa relaksasi, mulai Maret 2021 jumlah iuran, besaran denda, dan batas akhir pembayaran iuran BPJAMSOSTEK kembali seperti semula

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK Zainudin saat memberikan keterangan di Jakarta, Minggu (28/02/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Program Relaksasi Iuran BPJAMSOSTEK resmi berakhir pada Minggu (28/2/2021).

Program ini sudah bergulir sejak Agustus 2020 sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Iuran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Selama Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19.

Langkah yang diambil pemerintah tersebut tidak lepas dari efek pandemi covid-19 yang memberikan dampak cukup signifikan bagi sektor ekonomi, salah satunya adalah keberlangsungan usaha dari level industri hingga UMKM dan jasa konstruksi.

Baca juga: Pendapatan Negara Anjlok, Pajak Minus 15,3 Persen di Awal 2021, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK Zainudin menyampaikan bahwa BPJAMSOSTEK telah melaksanakan amanah yang diberikan pemerintah tersebut.

Hingga akhir masa relaksasi, ia menambahkan, BPJAMSOSTEK telah memberikan keringanan sebesar Rp3,922 Triliun dan program relaksasi iuran ini dinikmati oleh 580.190 Pemberi Kerja atau Badan Usaha.

“Program relaksasi ini sudah kita jalankan selama enam bulan sesuai ketentuannya, untuk segmen pekerja informal dan jasa konstruksi sudah berakhir kemarin, yakni tanggal 31 Januari 2021, namun untuk segmen pekerja penerima upah, relaksasi batas akhir pembayaran iuran bulan januari akan berakhir pada tanggal 28 Februari 2021,” terang Zainudin pada Minggu (28/2/2021.

Baca juga: Dilantik Jokowi, Jajaran Direksi BPJamsostek Periode 2021-2026 Bakal Ciptakan Digitalisasi Jamsos

Zainudin menyebut, pandemi Covid-19 yang sudah ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional, telah menimbulkan implikasi pada aspek ekonomi dan sosial yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dan berpotensi terhadap ketidakmampuan perusahaan memenuhi hak pekerja atau buruh termasuk membayar iuran jaminan sosial ketenagakerjaan.

Zainudin menjelaskan selama masa relaksasi BPJAMSOSTEK telah memberikan keringanan iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan cukup membayar 1 persen saja dari iuran yang seharusnya dibayarkan.

Selanjutnya penundaan sebagian iuran Jaminan Pensiun sebesar 99 persen, penurunan denda keterlambatan pembayaran iuran menjadi 0,5 persen dan perubahan batas waktu pembayaran iuran.

“Relaksasi iuran BPJAMSOSTEK ini merupakan bentuk stimulus yang diberikan pemerintah untuk meringankan beban para pelaku usaha atau pemberi kerja demi menjaga kelangsungan usaha mereka dan tentu saja tetap menjaga kesinambungan perlindungan jaminan sosial bagi pekerjanya,” tambah Zainudin.

Baca juga: Tahun 2021, BPJamsostek Kanwil DKI Tingkatkan Kerjasama Kementerian Kelembagaan di Wilayah Jakarta

Dengan berakhirnya masa relaksasi, maka mulai Maret 2021 jumlah iuran, besaran denda, dan batas akhir pembayaran iuran BPJAMSOSTEK akan kembali seperti semula.

Zainudin juga menghimbau kepada pemberi kerja atau badan usaha yang mengajukan penundaan pembayaran iuran program Jaminan Pensiun untuk mulai mempersiapkan sisa pembayaran yang dapat dilakukan bertahap maupun sekaligus, dimulai saat ini dan paling lambat tanggal 15 Mei 2021 hingga tanggal 15 April 2022.

“Semoga bantuan yang diberikan pemerintah melalui program relaksasi BPJAMSOSTEK ini mampu mendukung upaya pemulihan perkonomian Indonesia serta memastikan keberlanjutan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja,” tutup Zainudin.

Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Kebayoran baru Boby Foriawan,menjelaskan masa relaksasi iuran BPJAMSOSTEK telah berakhir pada 31 Januari 2021 untuk segmen pekerja informal dan jasa konstruksi, sedangkan bagi peserta Penerima Upah batas terakhir yaitu tanggal 28 Februari 2021.

Baca juga: Alami Kecelakaan Kerja, Hasim Dapatkan Berbagai Pelayanan Ini dari BPJamsostek Jakarta Cilincing

"Setelah ini iuran BPJAMSOSTEK akan kembali normal dan diharapkan kepada seluruh peserta dapat secara tertib melaporkan administrasi dan melakukan pembayaran iuran secara tepat waktu agar BPJAMSOSTEK dapat memberikan pelayanan secara maksimal," ujarnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved