Breaking News:

Sebelum Bubarkan Resepsi Pernikahan, Satgas Covid Sudah Peringati Pihak Pengantin Sampai Tiga Kali

Nekat menyelenggarakan pesta pernikahan di tengah Pandemi Covid-19, sebuah pesta di Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat dibubarkan.

Dok Satpol PP Jakarta Barat
Pesta pernikahan saat Pandemi Covid-19 di Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat membuat warga was-was langsung dibubarkan. 

WARTAKOTALIVE.COM, CENGKARENG --- Nekat menyelenggarakan pesta pernikahan di tengah Pandemi Covid-19, sebuah pesta di Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat dibubarkan.

Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat mengatakan bahwa pembubaran tersebut dilakukan pihaknya bersama tiga pilar Cengkareng.

Pembubaran dilakukan Sabtu (27/2/2021) pukul 10.00 WIB di Jalan Flamboyan 1 RT 10, RW08, Komplek Tarakanita, Cengkareng Barat.

Dalam pembubaran itu kata Tamo, pihaknya didampingi Camat Cengkareng, Danramil Cengkareng, Wakapolsek Cengkareng, dan Lurah Cengkareng Barat.

“Pembubaran karena aduan warga atas adanya pesta pernikahan di tengah Pandemi Covid-19,” ujar Tamo dikonfirmasi.

Tamo mengatakan, saat pembubaran Camat Cengkareng Ahmad Faqih dan jajarannya memberikan arahan kepada panitia pesta.

Kemudian dilakukan pembubaran dan penurunan tenda.

Sementara itu Lurah Cengkareng Barat Raden Ilham Agustian mengatakan bahwa pembubaran tersebut berangkat dari pengaduan masyarakat dan Keputusan Gubernur Nomor 172 Tahun 2021.

Tidak ada perlawanan dari pihak keluarga mempelai pengantin atas pembubaran pesta pernikahan itu.

Sebab sebelum pembubaran, sudah dilakukan pendekatan secara persuasif sebanyak tiga kali baik oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kelurahan sejak Senin (22/2) lalu.

Kemudian imbauan juga sudah diberikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan pada Rabu (25/2).

“Polsek Cengkareng juga sempat memberikan imbauan pada Jumat (26/2) malam. Namun ternyata yang bersangkutan tetap melaksanakan kegiatan tersebut,” terang Ilham.

Dari Kelurahan juga sudah memberikan surat imbauan selain melakukan pendekatan secara persuasif.

Akan tetapi di hari H acara pesta tetap diselenggarakan. Sehingga terpaksa dilakukan pembubaran oleh tiga pilar Cengkareng.

“Karena sudah ada peringatan itu maka yang bersangkutan pada saat penindakan menerima dan mengakui telah melakukan kegiatan tanpa izin sehingga membubarkan dan membongkar sendiri tendanya,” tandas Ilham.

Baca juga: Setelah Pasar Tradisional, Disperdagin Kota Depok Bantu Para IKM Pasarkan Dagangannya Secara Online

Baca juga: Alat Donor Plasma Cuma Satu Dalam Sehari PMI Kota Bekasi Hanya Layani Empat Orang Penyintas Covid-19

Penulis: Desy Selviany
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved