Breaking News:

Donor Plasma Konvalesen

PMI Kota Bekasi Butuh Tambahan Alat Donor Plasma Konvalesen

UTD PMI Kota Bekasi telah membuka program donor plasma konvalesen Kamis (11/2/2021) lalu.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Valentino Verry
istimewa
Ilustrasi kegiatan donor darah dan screening calon pendonor plasma konvalesen di Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Sementara, UTD PMI Kota Bekasi telah membuka program donor plasma konvalesen. Meski begitu, hanya satu alat yang disediakan sehingga pendonor plasma diharuskan mengantre lama. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - UTD PMI Kota Bekasi telah membuka program donor plasma konvalesen Kamis (11/2/2021) lalu.

Meski begitu, hanya satu alat yang disediakan sehingga pendonor plasma diharuskan mengantre lama.

Kabag Pelayanan Donor Darah UTD Kota Bekasi Liza Nodya menjelaskan proses pengambilan plasma konvalesen membutuhkan waktu 2-3 jam, sehingga hanya terdapat 4 pendonor yang bisa mengikuti proses donor dalam 1 hari.

"Iya kami hanya punya 1 alat, makanya itu 1 hari hanya ada empat orang, karena padat banget, satu alat bergantian," ucap Liza saat dikonfirmasi, Sabtu (27/2/2021).

Hal tersebut menjadi kendala tersendiri bagi pihaknya lantaran begitu banyak pula penyintas Covid-19 yang bersedia mendonorkan plasmanya.

"Kendala kita ada hanya satu alat kan kita menjadwalkannya benar-benar padat dalam satu hari. Kalau ada dua alat, kita bisa pegang dua pendonor dan bisa lebih efektif mengamankan donor plasmanya," ujarnya.

Baca juga: Polresta Bandara Soekarno-Hatta Gelar Kegiatan Screening Calon Pendonor Plasma Konvalesen

Baca juga: Orang Tanpa Gejala Penyintas Covid-19 Banyak yang Tak Lolos Tes Jadi Donor Plasma Konvalesen

Baca juga: Cerita Wagub Ariza Setelah Tiga Kali Gagal, Akhirnya Berhasil Donor Plasma Konvalesen

Untuk sementara, masyarakat yang ingin mendonorkan plasmanya secara cepat dialihkan ke UTD PMI Kabupaten Bekasi yang memiliki fasilitas alat cukup banyak

Hingga kini, pihaknya masih menunggu uluran tangan dari pihak swasta maupun Pemkot Bekasi untuk menyediakan alat donor plasma konvalesen yang bentuknya sama seperti alat cuci darah.

"Sejauh ini kita masih membuka jika ada voulenteer yang mau menyumbangkan alat, karena alatnya kan tidak murah ya. Kita mendapatkan ini saja butuh perjuangan, butuh KSO dari vendor," tutur Liza.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved