Breaking News:

Berita Jakarta

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Apresiasi Survei yang Dilakukan Lazismu

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., mengatakan kesenjangan seperti ini bukan hanya dalam zakat dan shadaqah juga lainnya

dokpri
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. 

“Dalam bidang muamalah, misalnya, kuantitas umat Islam tak selalu berbanding lurus dengan kualitas. Umat Islam saat itu seperti piramida terbalik. Artinya, secara ekonomi masih dalam kelas menengah ke bawah”, ujarnya.

Menurutnya, ketika bicara 100 orang kaya, yang kaya itu, dari kaum muslim tak lebih dari 10 orang. Kalau bicara 100 orang miskin, Inshaa Allah, yang 90 orang itu orang Islam. Mengapa begitu? Karena ketika mengumpulkan dana tidak bisa dan belum bisa mencerminkan jumlah kuantitas umat Islam, mengutip ucapan manta Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Kondisi itulah, yang diakuinya jadi salah satu faktor utama akan masih lemahnya ekosistem. Ketika ekonomi lemah, katanya, akan berdampak pada aspek politik dan sebagainya.

Oleh karena itu, kajian mengenai kontribusi aspek kognitif (pengetahuan) dalam keputusan berzakat masyarakat menjadi relevan untuk digali lebih dalam.

Dalam kesempatan serupa, *Ketua Lazismu Pusat Prof. Hilman Latief, M.A. P.hD.*, mengungkapkan bahwa peran Lazismu sangat strategis dan dapat mengembangkan proyeksi ZIS ke depan.

“Walau masih ada kendala penghimpunan dana zakat di masyarakat, namun literasi zakat warga Muhammadiyah terbilang tinggi dan cukup. Bahkan di beberapa tempat tinggi. Tinggal menyelesaikan PR-PR lain, seperti ada gap yang harus diselesaikan,” kata Ketua Lazismu Pusat Prof. Hilman Latief, M.A. P.hD.

Maka, Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan pengukuran tingkat pemahaman zakat warga Muhammadiyah kepada 2.199 responden di 34 provinsi yang tersebar secara proporsional berdasarkan database keanggotaan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Pengambilan data dilakukan menggunakan survei indeks yang dikembangkan oleh Puskas Baznas (2019). Setelah melewati expert review Dewan Syariah Lazismu Pusat, survei kemudian disebarkan pada 16 September - 20 November 2020.

Berdasarkan hasil pengukuran, nilai rata-rata Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah berada pada tingkat literasi menengah atau moderate dengan nilai 76,58; lebih tinggi dari nilai Indeks Literasi Zakat Nasional, yaitu 66,78.

Adapun nilai rata-rata pengetahuan dasar zakat sebesar 78,88 dan nilai rata-rata pengetahuan lanjutan zakat sebesar 72,33. Data ini bisa menjadi literacy map untuk penyusunan program edukasi zakat di lingkungan persyarikatan.

Halaman
123
Penulis: M Nur Ichsan Arief
Editor: M Nur Ichsan Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved