Breaking News:

Berita Jakarta

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Apresiasi Survei yang Dilakukan Lazismu

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., mengatakan kesenjangan seperti ini bukan hanya dalam zakat dan shadaqah juga lainnya

dokpri
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Total potensi zakat di Indonesia tahun 2020 sebesar Rp. 233,84 triliun dengan porsi terbesar pada zakat penghasilan, yaitu Rp 139,07 triliun.

Dalam realisasinya, total jumlah penghimpunan nasional di tahun 2019 masih berada di angka Rp 10.166,12 triliun (Baznas: 2019).

Potensi Rp 233,84 triliun tersebut meliputi Zakat Perusahaan sebesar Rp 6,71 triliun, Zakat Penghasilan sebesar Rp 139,07 triliun,

Zakat Pertanian sebesar Rp 19,79 triliun, Zakat Peternakan sebesar Rp 9,51 triliun, dan Zakat Uang Rp 58,76 triliun. Persentase sumber zakat paling besar masih didominasi oleh zakat penghasilan.

Berdasarkan laporan realisasi penghimpunan zakat oleh Lazismu Nasional yang terdata tahun 2019 hingga pertengahan tahun 2020, sebesar Rp 239,003 miliar. Maka, dapat dikatakan realisasi penghimpunan belum optimal.

Sementara, dari total potensi zakat nasional tahun 2020 sebesar Rp. 233,84 triliun itu, baru Rp Rp 8 triliun (3,5%) yang terkumpul. Hal ini menandakan bahwa terjadi kesenjangan antara potensi zakat dengan pendapatan riilnya.

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., mengatakan kesenjangan seperti ini kerap terjadi bukan hanya dalam zakat dan shadaqah, namun dalam banyak aspek.

“Bahkan dalam perilaku sehari-hari dalam beragama juga terjadi. Kadang lisan baik tidak terwujud dalam hal nyata,” kata *Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si.*, dalam kajian webinar bertema “Public Expose Hasil Survei Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah dan Strategi Edukasi Zakat di Persyarikatan”, Sabtu (27/2/2021).

Berdasarkan penelitian Bank Indonesia tahun 2018, selain faktor internal, eksternal dan sistem pengelolaan zakat, salah satu faktor penyebab belum optimalnya penghimpunan zakat di Indonesia, yaitu rendahnya pemahaman atau literasi masyarakat mengenai zakat itu sendiri (Ascarya: 2018).

Selain itu, kata Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia secara keseluruhan, belum mampu menunjukkan kesejalanan antara kuantitas dan kualitas. 

Halaman
123
Penulis: M Nur Ichsan Arief
Editor: M Nur Ichsan Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved