Breaking News:

Ketua Peradi Jakpus Arman Hanis Siap Bela Nurdin Abdullah Lawan KPK, Ini Profil dan Kehebatannya

Keluarga besar Nurdin Abdullah Gubernur Sulsel menunjuk Arman Hanis menjadi pengacara untuk berhadapan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari. Pada konferensi pers tersebut, KPK menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus proyek pembangunan infrastruktur karena diduga menerima gratifikasi atau janji. KPK juga menetapkan tersangka kepada Sekdis PUPR Sulsel ER sebagai penerima dan AS selaku pemberi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Arman Hanis ditunjuk keluarga besar Nurdin Abdullah Gubernur Sulawesi Selatan untuk menjadi pengacara untuk berhadapan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nama Arman Hanis sendiri ternyata bukan pengacara sembarangan.

Pasalnya, reputasi Arman Hanis yang kini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jakarta Pusat tak diragukan lagi.

Berbagai klien yangdibela berhasil ia tangani kasusnya.

Baca juga: Garuda Tetap Terbangkan 10 Pesawat B777, Meski Boeing Minta Tangguhkan karena Insiden Mesin Terbakar

Baca juga: BREAKING NEWS: Anies Rombak 13 Pejabat di Antaranya Wali Kota Jakut, Wali Kota Jakpus, dan Kadis SDA

Baca juga: Mencekam, Dua Warga Terjebak Banjir di Pebayuran Kabupaten Bekasi, Mengapung hanya Pakai Ember

Dikutip dari TrbunTimur, Juru Bicara Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), Veronica Moniaga, menginformasikan keluarga sudah berembuk dan berdiskusi mengenai Arman Hanis sebagai kuasa hukum yang akan mendampingi NA. 

"Bapak Arman Hanis yang kedepannya akan lebih banyak memberikan keterangan-keterangan terkait keberlanjutan proses hukum Bapak Nurdin Abdullah," ujar mantan Kabiro Metro TV Makassar itu via video rekaman yang dikirimkan via pesan WhatsApp, Minggu (28/2/2021).

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Arman Hanis membenarkan penunjukan dirinya sebagai kuasa hukum Nurdin Abdullah.

"Tapi saya belum bisa komentar lebih lanjut, karena sayakan belum resmi," ujar Arman via telepon, Minggu siang.

"Pak Nurdin (Abdullah) belum tanda tangan kuasa," tambahnya.

Pada intinya, lanjut Arman, keluarga akan kooperatif dan akan membantu pihak Komisi Pemnerantasan Korupsi (KPK) melaksanakan tugasnya.

Seperti diketahui, usai ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi oleh penyelenggara negara.

Halaman
123
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved