Breaking News:

OTT Gubernur Sulsel

DITAHAN di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Bantah Terlibat Suap

Nurdin Abdullah pada Minggu dini hari ditahan KPK di Rutan Cabang Pomdam Jaya Guntur, namun dia membantah terlibat suap.

Editor: Hertanto Soebijoto
tribunnews
Foto dok: Gubernur Sulawesi Selatan terpilih Nurdin Abdullah (kedua kiri) bersama Wakilnya Sudirman Sulaiman (kedua kanan) berfoto bersama usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebelum memasuki mobil tahanan KPK, Minggu (28/2/2021) dini hari, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah membantah terlibat dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Nurdin Abdullah (NA) membantah terlibat dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

"Ternyata Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya. Sama sekali tidak tahu, demi Allah demi Allah," ucap Nurdin di Gedung KPK, Jakarta, Minggu sebelum memasuki mobil tahanan KPK.

Video: BREAKING NEWS - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Selain Nurdin, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin dan Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor.

Ia mengaku ikhlas menjalani proses hukum yang menjeratnya saat ini dan memohon maaf kepada masyarakat Sulsel.

"Saya ikhlas menjalani proses hukum karena memang kemarin itu tidak tahu apa-apa kita, saya mohon maaf," ujar Nurdin.

Nurdin diduga menerima total Rp5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung.

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain di antaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp200 juta, pertengahan Februari 2021 Nurdin melalui ajudannya bernama Samsul Bahri menerima uang Rp1 miliar, dan awal Februari 2021 Nurdin melalui Samsul Bahri menerima uang Rp2,2 miliar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved