Sport

Ketua KOI Raja Sapta Oktohari Sebut Peluang Indonesia Masih Besar Menjadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari menegaskan peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 masih terbuka lebar.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Tribunnews/Abdul Majid
National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari saat ditemui di Kantornya, Kamis (17/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 masih terbuka lebar.

Okto memberikan penegasan tersebut lantaran banyak media asing yang mengabarkan bahwa kota Brisbane di Australia telah dipilih oleh International Olympic Committee (IOC) sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

"Saya Ketua Umum NOC Indonesia (KOI), Ingin meluruskan bahwa berita yang berkembang terkait proses bidding Olimpiade 2032, rasanya kurang tepat,” kata Okto.

"Sebab, dari semua berita yang kami terima dari luar (negeri), isinya menyampaikan bahwa Brisbane sudah menjadi preferred dialogue,” ujar Okto.

Baca juga: Ketua KOI Raja Sapta Oktohari Sambut Baik Kompetisi Juggling Gelaran Kemenpora

Baca juga: Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari Berharap Dua Cabor Ini Ada di Olimpiade 2032

Baca juga: Raja Sapta Oktohari Berharap Pencak Silat dan Sepak Takraw Dipertandingkan di Olimpiade 2032

Okto tak menampik bahwa saat ini, Brisbane ditetapkan sebagai preferred dialogue oleh IOC.

Namun, bukan berarti resmi dipilih dan Indonesia gagal dalam pencalonan sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

Hanya saja, Brisbane yang lebih dulu memulai proses bidding posisinya sudah lebih dulu dari Indonesia soal persiapan pencalonan.

Okto menjelaskan bahwa status preferred dialogue  yang didapat Brisbane tak membuat Indonesia patah semangat.

Hal itu, justru menjadi pelecut bagi Indonesia untuk lebih semangat mempersiapkan diri dalam penawaran diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

"Brisbane ada di depan kita dan kita berada pas di belakangnya. Ibaratnya balapan nascar, ini baru lap kelima dari 500 lap. Masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengejar Brisbane. Maka itu, sekarang kita sedang mengejarnya," tutur Okto.

"Tetapi kalau mau diadu, Indonesia lebih siap. Saat Asian Games dan Asian Para Games, Indonesia mendapatkan banyak apresiasi. Apalagi jumlah atlet di Olimpiade lebih sedikit dibanding Asian Games, meskipun jumlah negara dan nomor pertandingan jadi penangannya tidak jauh beda dan kita siap,” jelas Okto.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali mengatakan bahwa Keputusan Presiden (Keppres) untuk persiapan bidding Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 sudah dalam tahap finalisasi.

Meski begitu, NOC tetap melakukan persiapan maksimal beriringan tanpa menunggu Keppres.

“Keppres sudah finalisasi, kami harapkan dalam waktu dekat sudah bisa selesai. NOC selalu melaporkan perkembangan persiapan bidding, dan semua masih berjalan sesuai rencana. Saya sempat kaget dengar kabar berita itu, tapi itu tidak benar. Kami masih berjuang untuk itu,” kata Zainudin.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved