Breaking News:

Berita Nasional

Jawab Pernyataan Luhut, Sandi: Pembukaan Pariwisata di Bali Sejalan Protokol Kesehatan Ketat

Jawab Pernyataan Luhut, Sandiaga Uno : Pembukaan Pariwisata di Bali Dibarengi Penerapan Protokol Kesehatan Ketat

Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno bersama stakeholder melakukan peninjauan ke Desa Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali pada Jumat (26/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BALI - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebutkan pihaknya bersama stakeholder terkait akan melakukan pembukaan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

"Menanggapi pernyataan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, saya menyambut baik dan ini merupakan observasi yang sudah kami lakukan dalam berkegiatan di Bali selama dua bulan terakhir. Sampai saat ini Kami sudah berkantor 4 kali di Bali, dan kami melihat pelaksanaan kesiapan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melakukan adaptasi dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar Sandiaga Uno, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Pelayanan Asuransi ABDA Buruk, Tiga Tahun Ajukan Klaim Kerusakan, Kendaraan Tidak Kunjung Diperbaiki

Dikatakannya kasus Covid-19 di Bali selama sepekan terakhir ini sudah secara konsisten mengalami penurunan.

Menparekraf berharap agar protokol kesehatan 3M bisa ditingkatkan seiring dengan peningkatan jumlah testing, tracing, dan treatment.

"Saya melihat sendiri di Desa Penglipuran dan pusat ekonomi kreatif seperti di Nusa Dua menunjukkan trend semakin membaik. Sudah saatnya kita secara bertahap menyiapkan pembukaan pariwisata di Bali," ungkap Sandiaga Uno.

Baca juga: Langgar Hak Konsumen, YLKI Minta Otoritas Jasa Keuangan Tegur Buruknya Kinerja Asuransi ABDA

Kemenparekraf selalu berkoordinasi dengan Gubernur, pemerintah Kabupaten Kota di Bali, Menteri Luar Negeri, Menkumham, Menkes, Satgas Covid-19. Dimana secara garis besar kebijakan ini diambil mengacu pada data-data terakhir.

"Jika data-data ini terus mengalami penurunan penularan, dan kepatuhan meningkatkan, serta vaksinasi lebih terdistribusi. Rencana nya kami akan meninjau kesiapan vaksinasi yang akan dikolaborasikan dengan beberapa pihak termasuk Kementerian kesehatan," tambah Sandiaga Uno.

Baca juga: Jadi Sorotan YLKI dan OJK, Asuransi ABDA Mendadak Kirim SPK Perbaikan Kendaraan

Kemenparekraf melihat vaksinasi ini sebagai kick off. Lebih dari 13 ribu pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan di vaksinasi di tahap pertama sedangkan yang sudah terdaftar lebih dari 70 ribu orang.

"Kita tingkatkan distribusi, apalagi hari ini vaksinasi mandiri sudah bisa dilakukan persiapannya. Harapan kami bulan Maret ada pertemuan koordinasi dengan Menteri terkait, jika kita bisa mengambil keputusan ini bersama-sama, kita harapkan dalam waktu beberapa minggu ke depan ada sinyal positif," lanjut Sandiaga Uno.

Menparekraf melihat ada kenaikan di Bandara Ngurah Rai ada peningkatan kedatangan jumlah penumpang di angka 3 ribu penumpang per hari dibandingkan sebelum Covid-19 itu 13 ribu penumpang.

"Kita harapkan bisa ditingkatkan menjadi 6 ribu, saya sudah terhubung dengan Menteri BUMN dan Ketua Kadin untuk memindahkan berbagai kegiatan berhubungan dengan Mice seperti rapat koordinasi, rapat teknis, rapat kerja, maupun audiensi untuk dipindahkan ke Bali," jelas Sandiaga Uno.

"Saya juga sudah terhubung dengan beberapa Dubes seperti sudah mendapatkan komitmen dari Dubes India dan Perancis untuk kita langsung melakukan aktifasi kegiatan di Bali untuk menghidupkan pariwisata di Bali. Harapannya dengan demand site kita akan mulai membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali sehingga lapangan pekerjaan yang terdampak di Bali sebanyak 2 juta ini bisa kita pertahankan dan tetap kita hadirkan mata pencaharian dan penghasil bagi masyarakat di Bali," tandas Sandiaga Uno.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan pariwisata di Bali akan dibuka kembali melihat dari penurun kasus sehingga dapat memungkinkan kegiatan ekonomi dilanjutkan dan implementasi protokol kesehatan di seluruh wilayah Bali hingga ke desa-desa.

Luhut mengungkapkan adanya regulasi baru yang diterapkan di Bali yakni diberlakukannya Penalty for Health Protocol.

Aturan tersebut sejalan dengan tahapan awal sosialisasi dan publikasi mengenai pemantauan praktek protokol kesehatan, pelanggaran protokol kesehatan, peringatan pertama dengan diberlakukannya Penalti Administratif hingga terakhir deportasi.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved