Breaking News:

Berita Nasional

IPW Pertanyakan Janji Kapolri Hukum Tak Tumpul Ke Atas di Kasus Kerumunan Jokowi

Menurut Neta dilaporkannya Presiden Jokowi ke Bareskrim oleh Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan, Kamis (25/2/2021) adalah hal yang wajar

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Feryanto Hadi
Twiter @UllbimaNtb
Kunjungan Presiden Jokowi ke Maumere, NTB membuat kerumunan warga 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai sangat wajar jika sekelompok masyarakat melaporkan dan meminta polisi segera menangkap Presiden Jokowi.

"Dan sangat wajar juga jika Polri tidak menggubris laporan tersebut," kata Neta kepada Warta Kota, Sabtu (27/2/2021).

Menurut Neta dilaporkannya Presiden Jokowi ke Bareskrim oleh Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan, Kamis (25/2/2021) adalah hal yang wajar. 

"Sebab Jokowi sudah menimbulkan kerumunan massa dalam kunjungan kerjanya ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT)," ujarnya. 

Anies Kini Punya Jurus Baru untuk Tekan Penyebaran Covid-19, Namanya Kolaborasi Kolosal

Laporan ini kata dia dikarenakan saat Habib Rizieq melakukan kerumunan massa, tokoh FPI itu ditangkap polisi dan hingga kini masih ditahan. 

Bahkan dua Kapolda saat itu, Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat dicopot dari jabatannya oleh Kapolri. 

"Lalu bagaimana dengan kerumunan massa yang dilakukan Jokowi, apakah Kapolda NTT akan segera dicopot dari jabatannya oleh Kapolri?" kata Neta.

Neta berkeyakinan bahwa Kapolri tidak akan berani mencopot Kapolda NTT. 

Dokter Tirta Sebut Aksi Bagi Souvenir Jokowi di NTT untuk Bubarkan Kerumunan, Tengku Zul Tertawa

"Kami juga berkeyakinan bahwa Polri tidak akan berani memeriksa dan menangkap Jokowi, seperti Polri memperlakukan Habib Rizieq," ujarnya. 

"Kapolri Sigit di saat uji kepatutan di Komisi III boleh saja mengatakan di eranya 'hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas'. Kasus kerumunan massa yang dilakukan Jokowi akan membuktikan janji kapolri tersebut," paparnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved