Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Bio Farma Menyampaikan Jumlah Vaksin Covid-19 yang Sudah Terdistribusi 7,2 Juta Dosis

PT Bio Farma (Persero) memastikan telah melakukan pendistribusian vaksin Covid-19 sebanyak 7,2 juta dosis, yang disebar ke-34 provinsi di Indonesia.

Editor: Valentino Verry
Warta Kota
PT Bio Farma (Persero) memastikan telah melakukan pendistribusian vaksin Covid-19 sebanyak 7,2 juta dosis, yang disebar ke-34 provinsi di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) memastikan telah melakukan pendistribusian vaksin Covid-19 sebanyak 7,2 juta dosis, yang disebar ke 34 Provinsi di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Bio Farma untuk Vaksinasi, Bambang Heryanto, dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (26/2/2021).

"Jadi saat ini kita telah memproduksi dan melakukan pendistribusian vaksin sinovac untuk program vaksinasi yang ditujukan untuk lansia, petugas pelayanan publik sebanyak 7,208,400 dosis ke 34 provinsi," jelas Bambang.

Ia kembali melanjutkan, sampai dengan saat ini, proses pendistribusian masih berjalan aman. Termasuk di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

Selain itu, proses-proses pendistribusian vaksin juga telah dilakukan menggunakan kaidah-kaidah yang semestinya.

"Evaluasi hingga saat ini semua masih terkendali secara baik dan terencana. Termasuk pendistribusian ke lokasi tertinggal, terdepan, dan terluar," lanjut Bambang.

"Seluruh proses pendistribusian tersebut kami pastikan sesuai kaidah obat yang baik," jelasnya.

Baca juga: Wahidin Halim Minta Jatah Vaksin Covid-19 di Provinsi Banten Ditambah

Baca juga: Ada 560 Lansia di Bojonggede Kabupaten Bogor Siap Disuntik Vaksin Covid-19

Baca juga: Pemkot Tangsel Sebut Tahap Kedua Vaksin Covid-19 Masih Dipioritaskan Untuk Tenaga Medis

Bio Farma juga telah berkoordinasi dengan seluruh terkait, agar setiap proses vaksinasi di setiap daerah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan berbagai piha, dan tidak akan menyebabkan program vaksin ini terganggu," pungkas Bambang.

Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, mendukung langkah Kementerian Perhubungan mengenai kebijakan penerapan penggunaan GeNose C19.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved