Breaking News:

KSBB Jakarta

Anies Baswedan Sebut Banyak Warga Jakarta yang Kebingungan Salurkan Bantuan Sebelum Ada KSBB

Pemprov DKI Jakarta telah membuat kanal penyaluran bantuan sejak berlakunya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada April 2020 lalu.

infopublik.id
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan masyarakat telah dimudahkan dengan kehadiran kanal kolaborasi sosial berskala besar (KSBB). Calon donatur dapat mengakses situs corona.jakarta.go.id untuk melihat segala kebutuhan yang diperlukan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta telah membuat kanal penyaluran bantuan sejak berlakunya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada April 2020 lalu.

Kanal ini dapat menjadi wadah masyarakat untuk menyalurkan bantuan kepada orang yang terdampak pandemi Covid-19.

“Di Jakarta begitu banyak orang baik, tapi sering kali orang baik tidak tahu ke mana harus menyalurkan kebaikannya,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat webinar Milad IX Rekan Indonesia, Sabtu (27/2/2021).

Namun saat ini, kata Anies, masyarakat telah dimudahkan dengan kehadiran kanal kolaborasi sosial berskala besar (KSBB).

Calon donatur dapat mengakses situs corona.jakarta.go.id untuk melihat segala kebutuhan yang diperlukan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Baca juga: 736.000 Pelaku UMKM Jakarta Terdampak Covid-19, Ini Ragam Paket Bantuan KSBB UMKM selain Jakpreneur

Baca juga: VIDEO: PMI dan Citra Garden City Serahkan Ratusan Paket Sembako KSBB di Kalideres

Baca juga: Atasi Dampak Covid-19, PLN UID Jakarta Raya Salurkan Bantuan Lewat Program KSBB

“KSBB ini menjadi sebuah gerakan, di mana masyarakat cukup melihat peta Jakarta lewat JakartaSatu atau lewat corona.jakarta.go.id, dan kemudian muncul di sana informasi terkait dengan kolaborasi sosial,” ujar Anies.

Menurut Anies, kanal ini dibuat sebagai upaya menekan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Anies berkata, pandemi Covid-19 membuat pemerintah membatasi seluruh interaksi warganya demi memutus mata rantai penyebaran virus.

Namun di sisi lain, interaksi yang kian terbatas itu berimplikasi pada transaksi di masyarakat.

Buntutnya, pertumbuhan ekonomi kian melambat sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat.

“Itu yang sedang terjadi selama ini, dan yang menjadi penting adalah ketika interaksi antar orang berkurang, maka bagi mereka yang hidup dari pendapatan harian, dan yang hidup dari pendapatan mingguan mengalami kesulitan, karena mendadak perputaran uang di tingkat rumah tangganya terganggu,” jelas Anies.

Namun, kata Anies, tidak demikian bagi masyarakat yang memiliki tabungan yang cukup.

Baca juga: Ada 576.133 Paket Sembako Diserahkan Melalui Kanal KSBB DKI

Baca juga: Update, Jumlah Paket Bantuan yang Diberikan Lewat KSBB DKI Alami Stagnan

Berkurangnya interaksi mereka, masih bisa dikompensasi dengan simpanan yang tersedia selama ini.

“Dalam kondisi seperti ini, muncullah kolaborasi. Kita satu sisi menetapkan PSBB, di sisi lain menerapkan KSBB. Di mana masyarakat yang membutuhkan dapat tersambungkan dengan mereka yang berminat untuk ikut membantu saudaranya,” ungkap Anies.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved