Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Ada 5 Hal yang Membedakan Antara Vaksinasi Covid-19 dari Pemerintah dan Vaksinasi Mandiri

Di artikel ini akan dibahas soal perbedaan vaksinasi Covid-19 secara mandiri dan vaksinasi program pemerintah.

Warta Kota/Joko Suprianto
Ini perbedaan mendasar vaksinasi program pemerintah dan vaksinasi mandiri atau gotong royonh Foto saat Vaksinasi tahap II kini digelar untuk Tenaga Pendidik untuk pertama kalinya di SMAN 70 Jakarta, Rabu (23/2). Ada 650 tenaga pendidik yang ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi ini. 

Total masing-masing vaksin Covid-19 sebanyak 20,20 juta dosis vaksin.   

Perinciannya sebanyak 15 juta dosis adalah vaksin Covid-19 dari Sinopharm  dan 5,2 juta dosis dari Moderna.

Targetnya vaksin corona atau Covid-19 dari Sinopharm akan mulai tersedia Maret hingga Juni.

Sedangkan vaksin corona Moderna akan tersedia pada Juli hingga Oktober.

Hanya sebelum digunakan, vaksin corona Sinopharm  dan juga vaksin Moderna terlebih dulu wajib mendapat izin edar darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM, laiknya vaksin Sinovac yang saat ini sudah disuntikkan ke masyarakat Indonesia.

Baca juga: CARA DAFTAR Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia, Ada Dua Langkah, Berikut Lengkapnya

Pasca BPOM melakukan pengecekan dan evaluasi, BPOM lalu akan menerbitkan emergency use authorization (EUA).

Menteri BUMN yang  sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PKCPEN) Erick menegaskan bahwa  program vaksinasi corona mandiri yang dilakukan pemerintah bekerjasama dengan pengusaha diberikan secara gratis.

Jika merujuk pemberitaan, vaksin Sinopharm termasuk vaksin inactivated virus; Ini artinya, pengembangan vaksin Sinopharm dari virus SARS-CoV-2 yang dilemahkan atau dimatikan.

Saat ini, lebih dari 43 juta dosis vaksin corona buatan perusahaan China National Pharmaceutical Group alias Sinopharm ini telah digunakan di seluruh dunia. Angka ini termasuk 34 juta vaksin Sinopharm yang digunakan di Tiongkok, dan 9 juta sisanya di negara-negara lain.

China National Biotec Group Company (CNBG), unit usaha Sinopharm memiliki dua jenis vaksin Covid-19. Satu dikembangkan oleh unit di Beijing dan telah mendapat izin penggunaan umum di Tiongkok, sementara satu lagi mendapat izin penggunaan darurat di beberapa negara termasuk Irak, Pakistan dan Maroko.

Sinopharm mengklaim, orang yang sudah mendapatkan  vaksin corona bikinannya  bahkan sudah melakukan perjalanan ke lebih dari 150 negara dan belum ada kasus temuan infeksi.

Pemerintah UEA yang menggelar uji klinis III sejak Juli lalu menyebut, data sementara, efektivitas vaksin Sinopharm untuk melawan virus corona mencapai 86 persen.

Namun, kabar terbaru, setelah disuntikkan ada efek samping alergi yang dirasakan relawan.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Beda Vaksinasi Gotong Royong dengan Vaksinasi Program Pemerintah"


Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved