Breaking News:

Pedagang Mengeluh Omzet Jeblok karena Relokasi, Disperindag Tangsel: Solusinya Rekayasa Lalu Lintas

Disperindag Tangsel menjawab keluhan pedagang soal omzet menurun karena relokasi dengan usul rekayasa lalu lintas di seputar Pasar Ciputat.

Warta Kota/Rizki Amana
Para pedagang Pasar Ciputat yang berjualan di Jalan Usman, Ciputat, Tangsel pada Jumat (12/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Disperindag Tangsel menjawab keluhan pedagang soal omzet menurun karena relokasi dengan usul rekayasa lalu lintas di seputar Pasar Ciputat.

Padahal, yang diminta pedagang adalah proyek revitalisasi Pasar Ciputat yang mangkrak cepat diselesaikan sesuai janji.

Perkumpulan Pedagang Pasar Ciputat (P3C) mengeluhkan mangkraknya proses perampungan revitalisasi Gedung A dan B Pasar Ciputat.

Keluhan tersebut disampaikan para pedagang saat melakukan mediasi dengan pihak Pemkot Tangsel pada Rabu, 24 Fevruari 2021 kemarin.

"Waktu kami berbicara dengan Disperindag kira-kira estimasi itu 8 bulan. Sekarang sudah berjalan 7 bulan yang kami lihat pasar baru direvitalisasi sekitar 30 persen," kata Dedi Agusmanto (36) selaku pedagang emas Pasar Ciputat kepada Wartakotalive.com saat ditemui di lokasi, Ciputat, Kota Tangsel, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Keluhan Pedagang: Mangkraknya Revitalisasi Pasar Ciputat Menyusahkan Banyak Orang

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Tangsel, Maya Mardiana mengatakan pihaknya masih melakukan pengerjaan terkait revitalisasi kawasan tersebut. 

Menurutnya lokasi tersebut dapat kembali dipergunakan oleh para pedagang jika kedua gedung rampung dilakukan peremejaannya. 

Kendati dirinya tak menyebutkan perkembangan dari proses pembangunan revitalisasi Gedung A dan B Pasar Ciputat. 

Suasana Pasar Ciputat, Kamis (25/2/2021). Pedagang berharap Pemkot Tangsel memberi edukasi tentang vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang akan digelar di pasar itu.
Suasana Pasar Ciputat, Kamis (25/2/2021). Pedagang berharap Pemkot Tangsel memberi edukasi tentang vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang akan digelar di pasar itu. (Warta Kota/Rizki Amana)

"Untuk gedung pasar belum dapat digunakan karena masih dilanjutkan kepada proses pembangunan, sehingga selama masa penyelenggaraan pembangunan, tidak dapat ada aktivitas lain selain kontruksi di area Gedung A dan B," tukisnya melalyi pesan singkat saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Kota Tangsel, Kamis (25/2/2021).

"Karena selain menyangkut masalah keselamatan kerja, keamanan material bangunan serta kelancaran penyelesaian pembangunan. Jika pembangunan sudah selesai akan secara serentak pindah seluruh pedagang ke Gedung A dan B," lanjutnya. 

Baca juga: Belum Punya Pasar Tradisional, Warga Sawangan Terpaksa Berbelanja Hingga ke Pasar Ciputat dan Parung

Sementara itu, ia menjelaskan pihaknya telah mendapati solusi terkait penurunan omset dirasakan pedagang yang terkena imbas berupa relokasi sementara. 

Solusi itu berupa rekayasa lalu lintas untuk dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait lokasi pedagang yang terkena relokasi itu. 

Master plan desain Gedung A dan B Pasar Ciputat pada tahap pertama revitalisasi.
Master plan desain Gedung A dan B Pasar Ciputat pada tahap pertama revitalisasi. (dok.DBPR Kota Tangsel)

Meski pihaknya tak merinci pelaksanaan dari solusi rekayasa lalu lintas tersebut guna meningkatkan omset para pedagang terkena relokasi sementara waktu. 

Dedi Agusmanto (36), pedagang emas Pasar Ciputat.
Dedi Agusmanto (36), pedagang emas Pasar Ciputat. (Warta Kota/Rizki Amana)

"Solusi yang diambil adalah cara untuk meramaikan Plaza Ciputat atau tempat penampungan sementara dengan rekayasa lalu lintas dan penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima)," pungkasnya.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved