Partai Politik

Namanya Disebut SBY Soal Isu Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko: Saya Ingatkan, Jangan Menekan Saya!

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengira isu kudeta di tubuh Partai Demokrat yang menyeret namanya sudah rampung.

Editor: Yaspen Martinus
Instagram@dr_moeldoko
Kepala Staf Presiden Moeldoko diseret dalam isu kudeta Ketua Umum Partai Demokrat AHY. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengira isu kudeta di tubuh Partai Demokrat yang menyeret namanya sudah rampung.

Hal itu dikatakan Moeldoko, merespons pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut kudeta Partai Demokrat menyeret nama Moeldoko tanpa sepengetahuan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Memang belum selesai di Demokrat? Saya pikir sudah selesai, kan saya enggak ngikutin ya," kata Moeldoko di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: SBY: Saya akan Jadi Benteng Partai Demokrat, Ini Sumpah dan Kesetiaan di Hadapan Tuhan!

Moeldoko mengatakan selama ini ia tidak mengikuti perkembangan Partai Demokrat.

Selain mengurus pekerjaan di KSP, ia harus menyiapkan rencana pernikahan putrinya.

"Sehingga dalam 3 minggu terakhir ini saya sibuk mengurusi itu ya. 3-4 Minggu terakhir ini."

Baca juga: SBY: Partai Demokrat Not For Sale! Kami Tidak Tergiur dengan Uang Anda

"Sehingga saya enggak ngerti tuh perkembangan internal seperti itu, saya pikir sudah selesai," ucapnya.

Moeldoko mengingatkan pihak-pihak yang menudingnya merencanakan kudeta partai Demokrat, agar tidak terus menekannya.

"Jadi janganlah menekan-nekan saya. Saya diam, jangan menekan-nekan dan saya ingin mengingatkan semuanya ya," ujarnya.

Baca juga: Mahfud MD Siap-siap Perintahkan Polri, Kejaksaan, dan KPK Usut Dugaan Penyelewengan Dana Otsus Papua

Menurut Moeldoko, apabila terus ditekan, ia bisa mengambil sejumlah tindakan untuk meresponsnya. Karena, ia sama sekali tidak tahu menahu isu kudeta tersebut.

"Jadi saya berharap jangan menekan saya seperti tadi saya katakan, saya tidak tahu situasi itu."

"Saya pesan seperti itu saja, karena saya punya hak seperti apa yang saya yakini. Itu saja, makasih," paparnya.

Baca juga: SOS Children’s Villages dan HSBC Lanjutkan Kerja Sama Bantu Anak dan Remaja Bangkit dari Pandemi

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyesalkan adanya Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD).

Bahkan, SBY sampai menyatakan sumpah setianya kepada partai berlambang mercy tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved