Breaking News:

Berita Jakarta

Langgar PSBB hingga Jadi Lokasi Penembakan Mati Tiga Pria, Ariza Bakal Tindak Tegas Kafe RM

Langgar PSBB hingga Jadi Lokasi Penembakan Mati Tiga Pria, Wagub DKI Minta Anak Buahnya Tindak Kafe RM dengan Tegas

Wartakotalive.com/Desy Selviany
Kafe RM yang menjadi lokasi penembakan di Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/2/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kepada anak buahnya untuk menindak tegas kafe RM di Cengkareng, Jakarta Barat karena melanggar jam operasional.

Hal tersebut terkuak dalam laporan polisi terkait penembakan mati yang dilakukan seorang oknum Polri terhadap tiga orang pria di lokasi pada Kamis (25/2/2021) pukul 04.30 WIB.

“Harus diberi sanksi dan kalau mereka sudah menyiasati jam operasional, harus lebih berat lagi. Nggak bisa dikasih sanksi biasa,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Jumat (26/2/2021).

Menurut Ariza, pemberlakuan sanksi itu telah tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19).

Jenis pemberian sanksi berjenjang, dari surat teguran, penutupan sementara hingga pencabutan izin.

Namun demikian, Ariza tak menjelaskan sanksi berat yang akan diberikan.

Dia hanya menyebut, sanksi yang dijatuhkan kepada pengelola kafe RM akan lebih berat dari biasanya karena beroperasi di luar ketentuan.

Baca juga: Pelayanan Asuransi ABDA Buruk, Tiga Tahun Ajukan Klaim Kerusakan, Kendaraan Tidak Kunjung Diperbaiki

Berdasarkan informasi yang didapat, sebetulnya ada beberapa kafe yang berusaha mengelabui petugas selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro. Sekilas mereka patuh dengan menutup operasional sampai pukul 21.00, namun saat tengah malam mereka diam-diam beroperasi kembali.

“Mereka tutup jam 9, nanti buka lagi jam 11 atau jam 12 malam. Mereka menyiasati aparat dan yang begini nanti akan kami beri sanksi yang lebih berat lagi karena punya niat yang tidak baik,” ujar Ariza.

Atas dasar itulah, Ariza memerintahkan kepada Satpol PP DKI Jakarta serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) untuk meningkatkan pengawasan. Dia menyadari, jumlah aparat yang tidak sesuai menjadi kendala.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved