Breaking News:

PPKM Mikro

DENDA Pelanggaran Protokol Kesehatan saat Digelar Operasi Yustisi Kota Bekasi Terkumpul Rp 42 Juta

Pemkot Bekasi bersama jajaran 3 pilar masih terus menggelar operasi yustisi guna memantau penerapa protokol kesehatan di masyarakat.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Hertanto Soebijoto
ISTIMEWA
Kasatpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah di Mapolrestro Bekasi Kota, Bekasi, Selasa (15/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN -- Pemkot Bekasi bersama jajaran 3 pilar masih terus menggelar operasi yustisi guna memantau penerapa protokol kesehatan (prokes) di masyarakat.

Sejak operasi dilakukan pada 11 Januari hingga 25 Februari 2021, tercatat denda yang telah tekumpul dari para pelanggar prokes sebanyak Rp 42.405.000.

Kepala Satpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah mengatakan, operasi yustisi dilakukan secara rutin di beberapa titik yang dinilai menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, seperti di terminal dan pasar tradisional.

Video: Dinkes Kota Tangerang Selatan Terima Puluhan Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Tahap 2

"Sejauh ini total denda terkumpul mencapai Rp 42.405.000. Kami laksanakan operasi di beberapa titik wilayah dan masuk ke kas daerah," kata Abi saat dikonfirmasi, Jumat (26/2/2021).

Dia menjelaskan, denda tersebut berasal dari 1.197 pelanggar prokes.

Mereka rata-rata dikenakan denda karena kedapatan tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Baca juga: Menhub Budi Karya: GeNose C19 Mulai Digunakan di Pelabuhan Tanjung Priok, Tapi Tidak Wajib

Baca juga: Tinjau Kampung Tangguh Jaya di Pondok Aren, Kapolda Metro Jaya: Siap 24 Jam Tangani Kasus Covid-19

"Kita selain memberikan sanksi denda, ada juga yang dikenakan sanksi teguran dan sanksi sosial berupa membersihkan fasilitas publik," ucap Abi.

Abi menuturkan, jumlah warga yang dikenakan sanksi teguran dalam operasi yustisi sebanyak 2.675 dan sanksi sosial sebanyak 2.288 orang.

Abi mengatakan, denda paling banyak didapat ketika operasi yustisi di Kelurahan Mustikajaya dengan jumlah yang terkumpul sebanyak Rp 2.975.000.

"Kita menggelar operasi yustisi dengan melibatkan petugas gabungan dari Pengadilan Negeri Bekasi, Kejaksaan, Polisi, TNI, dan perwakilan Bank BJB untuk penbayaran dendanya," ungkap Abi.

Baca juga: Tinggalkan Android, Smartphone Huawei Sudah Dapat Menggunakan Sistem Operasi HarmonyOS Mulai April

Dasar hukum penerapan sanksi saat operasi yustisi tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bekasi Nomor 15 Tahun 2021 tentang Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB).

Dalam Pasal 51, dituliska  bahwa ketentuan pidana atau sanksi bagi pelanggaran tak mengenakan masker paling besar Rp 100 ribu.

Abi berharap, penegakan Perda ATHB dapat mengedukasi masyarakat. Terutama dalam pentingnya menerapkan prokes guna menghindari penularan Covid-19.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat di Kampung Tangguh Jaya, Begini Penjelasan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran

"Kami bersama jajaran terkait akan terus berupaya untuk menekan dan mengurangi penularan Covid-19 di Kota Bekasi," katanya. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved