Breaking News:

Banjir Jakarta

BANJIR Semeter Rendam Permukiman Penduduk di Kebon Pala Jumat, Usai Katulampa Siaga 3 Kamis Malam

Banjir kembali rendam permukiman penduduk di Kebon Pala, Kampung Melayu setinggi satu meter hingga Jumat (26/2/2021) siang.

Warta Kota
Permukiman penduduk di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, kembali terendam banjir pada Jumat (26/2/2021). Foto dok: Permukiman warga di kawasan Kebon Pala RT 11 RW 05, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021) pagi terendam banjir. 

Bahkan yang terbaru, Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatatkan hasil sruveinya bahwa nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendapat tingkat keterpilihan tertinggi sebagai calon presiden.

Di mana Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan ketika responden diberi daftar nama.

Yaitu "Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan ibu/bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut?".

Dikutip dari Tribunnews, hasilnya nama Prabowo paling teratas.

Disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP). Prabowo dengan 22,5 persen, Ganjar 10,6 persen, Anies 10,2 persen, dan Ahok 7,2 persen.

"Pak Prabowo yang unggul sementara 22,5 persen. Menyusul Pak Ganjar dan Pak Anies hampir sama 10,6 dan 10,2. Masih ada nama Pak Ahok sama dengan Sandiaga Uno," ujar Djayadi dalam rilis survei LSI secara virtual, Senin (22/2).

Jokowi Legalkan Miras hingga Tingkat Eceran, Ketum Muhammadiyah Nilai Bangsa Sudah Kehilangan Arah

Setelah itu disusul Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Kalau kita lihat 10 besar, Prabowo, Ganjar, Anies, BTP, Sandi Uno, Tri Rismaharini, Ridwan Kamil, AHY, baru nama-nama lain Susi Pudjiastuti, Abdul Somad, dan seterusnya," tutur Djayadi.

Ketika tanyakan, "Apa alasan memilih?,". Rata-rata responden menjawab yang pertama tegas berwibawa, kedua perhatian pada rakyat, ketiga jujur dan bersih dari korupsi.

Survei dilakukan di 11 provinsi dengan total 2.300 responden. Responden diwawancarai lewat tatap muka. Survei dilakukan 25-31 Januari 2021 dengan margin of error 2,9%.

Masih ada Nama Ahok

Masa kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta akan berakhir 2022. 

Namun berdasarkan UU Pemilu, Pilkada DKI akan digelar serentak berbarengan dengan pilpres 2024.

Sejumlah pihak kini tengah berupaya agar Pilkada DKI digelar 2022.

Baca juga: Blak-blakan Ahok Gabung PDIP, Selain Faktor Megawati, Ingin Dikenang Sebagai Pejuang Nasionalis

Baca juga: Survei Median, Anies Baswedan Lebih Populer Dibandingkan Risma dan Ahok hingga Ridwan Kamil

Lepas dari itu, hasil Survei Median menunjukkan nama Anies Baswedan masih tetap paling populer.

Pesaing terdekat Anies adalah Menteri Sosial yang juga mantan wali kota Surabaya Tri Rismaharini,

Nah, Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ternyata masih populer, di urutan ketiga.

Ahok sendiri merespon santai hasil survei Median yang menyebutkan bahwa namanya masih dipilih oleh sebagian responden di bursa pemilihan calon gubernur DKI Jakarta.

Ahok saat blak-blakan tentang masih carut marutnya kondisi Pertamina. Ia mengaku sempat emosi saat rapat di BUMN terbesar di Indonesia itu.
Ahok saat blak-blakan tentang masih carut marutnya kondisi Pertamina. Ia mengaku sempat emosi saat rapat di BUMN terbesar di Indonesia itu. (Youtube Poin)

Baca juga: Polres dan Pemkab Kepulauan Seribu Berikan Layanan Gratis Rapid Tes Antigen Bagi Wisatawan

Saat ditanya Kompas.com soal survei Median itu melalui pesan singkat, Senin (15/2/2021), Ahok hanya merespon dengan mengirimkan stiker bayi tertawa dan bertuliskan 'ketawa aja'.

Saat ditanya lebih jauh mengenai ketertarikannya untuk maju lagi di Pilgub DKI, Ahok juga hanya menjawab dengan mengirim stiker.

Dalam survei Median yang dirilis hari ini, elektabilitas Ahok berada di posisi ketiga, di bawah Gubernur DKI Anies Baswedan dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Direktur Riset Median Ade Irfan Abdurrahman mengatakan, semula pihaknya melakukan survei tanpa menyodorkan nama alias pertanyaan terbuka (top of mind).

Baca juga: VIDEO Ini Modus Korupsi Perangkat Desa di Rumpin yang Gelapkan Dana Bansos Covid-19

Sebanyak 8,5 persen responden warga Jakarta mengaku ingin Ahok kembali menjabat Gubernur DKI.

Di atas Komisaris Utama Pertamina itu, yakni Anies dengan elektabilitas 40,5 persen dan Risma 16,5 persen.

Ahok memang bukan nama baru di panggung politik Jakarta.

Di Ibu Kota, ia memulai karier sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta berpasangan bersama Joko Widodo pada 2012.

Setelah Jokowi terpilih menjadi Presiden RI pada Pilpres 2014, Ahok menggantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Baca juga: 909 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu saat Libur Imlek, Wajib Tunjukkan Negatif Covid-19

Namun karier politik Ahok yang moncer akhirnya tersandung kasus penistaan agama menjelang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.

Ahok menghadapi kasus penistaan agama sejak 2016 dan divonis dua tahun penjara pada 9 Mei 2017.

Ia dinyatakan bebas pada 24 Januari 2019

Kesempatan untuk bisa mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta bisa didapat Ahok apabila sudah melewati lima tahun usai dibebaskan dari tahanan.

Hal tersebut tertuang dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 56/PUU-XVII/2019 yang memungkinkan seorang mantan narapidana mencalonkan diri sebagai gubernur, tetapi dengan syarat menunggu jeda waku lima tahun setelah melewati masa pidana penjara.

Selain itu, Ahok juga wajib mengumumkan mengenai latar belakang dirinya sebagai mantan narapidana jika ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Baca juga: Senator Filep: Salah Tafsir Bappenas Terkait Pembangunan Wilayah Adat

Putusan MK tersebut mengubah Pasal 7 ayat 2 huruf G Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada yang sebelumnya tidak ada persyaratan jeda waktu kini harus ada jeda waktu lima tahun.  (Antaranews)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved