Breaking News:

Berita Tangerang

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Hadirkan Layanan Taksi Terbang, Ini Wilayah Cakupannya

Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini menghadirkan layanan taksi terbang menggunakan pesawat helikopter

istimewa
Taksi terbang sekarang sudah tersedia di Bandara Soekarno Hatta dengan minimal tarif 8 juta. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG -- Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini menghadirkan layanan taksi terbang menggunakan pesawat helikopter atau helicity, dengan bekerja sama dengan Whitesky Aviation.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menyebutkan, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sendiri memiliki fasilitas 1 heliport untuk layanan taksi terbang ini.

"Terkait layanan helicity, saat ini Cengkareng Heliport sendiri sudah dapat melayani penerbangan ke beberapa titik di Jabodetabek," kata Awaluddin saat diskusi virtual dalam akun Instagram resmi Angkasa Pura II, Jumat (26/2/2021).

Berikut wilayah yang sudah dapat melayani taksi terbang dari dan menuju Cengkareng Heliport di Bandara Internasional Soekarno-Hatta diantaranya Jakarta, Cengkareng, Serpong, Kepulauan Seribu, Sukabumi, Pelabuhan Ratu dan Bogor wilayah Puncak.

Baca juga: Mal BTM Kota Bogor Kebakaran, Dua Satpam Terluka, Kerugian Ditaksir Rp 200 Juta

Baca juga: TAKSI TERBANG Bebas Macet di Jalan Raya Diujicoba di Yogyakarta, Bisa Angkut 2 Penumpang

Kemudian wilayah lainnya seperti Bandung, Anyer, Cilegon, Depok, Tangerang Selatan, Cikarang, Karawang, Anyer, Cibubur dan wilayah Sentul, Bogor.

Sementara itu CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja mengatakan, pemesanan satu helicity di Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki tarif Rp 8 juta sampai Rp 20 juta.

Denon juga menjelaskan, bahwa layanan helicity ini sudah mulai operasional pada 23 Agustus 2020 lalu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam layanan helicity, kata Denon, ada dua layanan taksi udara dengan segmen yang berbeda yaitu pertama dengan kapasitas penumpang empat orang dan kelas penumpang VIP.

"Helicity yang digunakan saat ini adalah tipe Bell 505 Jet Ranger untuk kapasitas penumpang tiga sampai empat seat dan Bell 429 twin engine dengan kapasitas penumpang enam sampai tujuh seat. Saat ini kami baru memiliki lima unit terdiri dari dua helicity tersebut," ujar Denon.

Sebagai informasi, saat ini terdapat tujuh titik parkir pesawat di kompleks heliport Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Layanan helicity ini sudah mulai operasional pada 23 Agustus 2020 lalu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ketua Umum Indonesia National Air Cartier Assosiation (INACA) ini juga menjelaskan, Whitesky Aviation telah bekerjasama dengan Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soetta untuk menyiapkan terminal helikopter atau heliport. Sebagai lokasi taksi terbang ini.

"Jadi tujuan dari heliport ini adalah untuk mengakses masyarakat yang ingin menuju airport atau dari airport ke tengah kota dengan menggunakan connecting flight," ujar Denon.

Denon menjelaskan, heliport taksi terbang ini dibangun di atas lahan seluas 3 ha, dan memiliki satu shooting point dengan tujuh parking stand.

Heliport ini memiliki kapasitas maksimum wait helikopter 12 ton.

Grab Singapura layani taksi terbang

Volocopter layanan taksi terbang dari Grab Singapore (The Verge)

Masyarakat di Asia Tenggara akan memiliki satu lagi alternatif transportasi umum.

Perusahaan ride-hailing asal Singapura, Grab, diketahui tengah mempersiapkan layanan taksi terbang.

Hal tersebut terlihat dari nota kesepahaman yang dibuat Grab bersama Volocopter.

Volocopter merupakan perusahaan rintisan yang memproduksi helikopter dengan desain baling-baling mirip sebuah drone.

Dua startup ini kabarnya akan mencari lokasi yang cocok serta rute perjalanan yang sesuai di kawasan Asia Tenggara untuk uji coba.

Nantinya layanan taksi terbang ini juga dapat dipesan secara online, sama seperti layanan taksi Grab pada umumnya.

"Kolaborasi ini menawarkan potensi kerja sama yang jauh lebih besar yang pada akhirnya bisa memperluas mobilitas antarmoda di udara," kata CEO Volocopter, Florian Reuter. Volocopter sendiri baru-baru ini memamerkan pesawat terbang elektrik buatannya dalam sebuah konferensi teknologi di Singapura.

Dalam ajang tersebut, pesawat tersebut dipamerkan bersama sebuah "VoloPort" atau helipad yang khusus dibuat untuk Volocopter.

VoloPort tersebut menjadi titik di mana pesawat akan mengudara atau mendarat.

Nantinya, VoloPort akan digunakan helikopter untuk berhenti dari satu tempat ke tempat yang lain.

Ukuran helikopter yang dibuat Volocopter ini cukup kecil.

The Verge menggambarkan bentuk helikopter ini mirip dengan telur dengan 18 rotor, seperti dirangkum KompasTekno, Kamis (20/2/2020).

Kemungkinan, helikopter ini hanya bisa mengangkut satu penumpang dalam satu waktu. Taksi terbang ini tentu berbeda dari pesawat terbang pada umumnya.

Volocopter akan fokus beroperasi di sejumlah titik lokal. Sehingga, penumpang akan diangkut dan diturunkan dari satu VoloPort ke Voloport yang lain.

Taksi terbang online ini akan mulai lepas landas pada tahun 2022.

Volocopter menargetkan akan membuat puluhan titik VoloPort di Singapura pada tahun 2035 mendatang.

Dengan jumlah sebanyak itu, Grab diperkirakan bisa mengangkut sebanyak 10.000 penumpang setiap hari.

Grab bukanlah satu-satunya perusahaan ride hailing yang mengincar potensi taksi udara. Sebelumnya, Uber sesumbar akan meluncurkan layanan taksi terbang pada tahun 2023.

Uber kabarnya telah bekerja sama dengan beberapa mitra, salah satunya produsen pesawat terbang VTOL.

Selain Uber, sebenarnya ada beberapa perusahaan lain yang sesumbar dengan proyek serupa, tetapi gagal karena banyak kendala.

Kitty Hawk yang pernah berjanji meluncurkan proyek mobil terbang dan didukung oleh pendiri Google, Larry Page, gagal memenuhi janjinya lantaran banyak laporan negatif, seperti terbakar atau kerusakan.

Ada pula Zunum Aero yang pendanaannya terkuras setelah ditinggal Boeing sebagai salah satu investornya.

Mereka juga dikabarkan melakukan PHK.

Fungsi taksi terbang online ini juga masih dipertanyakan.

Apakah nanti dampaknya akan signifikan terhadap masyarakat banyak atau hanya sebagai jalan keluar bagi segelintir orang kaya untuk lepas dari kemacetan kota.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Grab Siapkan Layanan Taksi Terbang di Asia Tenggara",Penulis : Hari Darmawan 

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved