Breaking News:

73.298 Tenaga Kesehatan di Ibu Kota Telah Mendapat Vaksinasi

MUI juga telah menyampaikan bahwa vaksin tersebut halal. Status halal harus diutamakan mengingat mayoritas warga Indonesia memeluk agama Islam.

Biro Pers Setpres/Kris
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bagi nakes di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Tercatat 73.298 tenaga kesehatan (nakes) di DKI Jakarta telah divaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua. Angka itu berdasarkan pendataan Pemprov DKI Jakarta mulai Kamis, 14 Januari sampai Kamis, 25 Februari 2021.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merinci, untuk jumlah penerima vaksin Covid-19 pada dosis pertama mencapai 141.225 orang. Sedangkan jumlah penerima vaksin Covid-19 pada dosis kedua mencapai 73.298 orang.

“Jadi yang sudah menggunakan vaksin satu dan dua ini untuk tenaga kesehatan mencapai 65,3 persen (73.298 orang dari sekitar 112.300 nakes yang terdaftar),” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Anies Raih Dua Penghargaan, Salah satunya Penghargaan Internasional, Kalahkan Auckland dan Moscow

Baca juga: Takut Tertular Covid-19, Permintaan Servis Mobil di Cileungsi Kabupaten Bogor Menurun

Ariza mengatakan, bagi tenaga kesehatan yang baru mendapatkan dosis pertama, akan diberikan jadwal untuk mendapatkan dosis kedua. Soalnya vaksin buatan Sinovac diberikan sebanyak dua kali dengan rentang waktu dua pekan dan takarannya 0,5 mililiter sekali suntik.

“Vaksin ini telah dilaksanakan selain nakes dan pedagang di pasar, sudah mulai juga di pendidikan (guru), wartawan, para atlet. Kemudian akan dimulai juga untuk hotel atau sektor pariwisata,” ujarnya.

Menurut Ariza, prinsipnya penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan secara bertahap. Dalam waktu dekat, vaksin akan menyasar kelompok masyarakat, karena itu dia meminta masyarakat yang belum disuntuk vaksin agar bersabar.

“Kami minta dukungan dari seluruh masyarakat Jakarta agar ikut vaksin, artinya yakin vaksin ini ama, baik, sehat dan tidak kalah penting adalah halal,” ucapnya.

Dia menambahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menyampaikan bahwa vaksin tersebut halal. Status halal harus diutamakan mengingat mayoritas warga Indonesia memeluk agama Islam.

Baca juga: Ada 560 Lansia di Bojonggede Kabupaten Bogor Siap Disuntik Vaksin Covid-19

Baca juga: Jarang Pakai Perhiasan, Ussy Sulistiawaty Jadi Inspirasi Perusahaan Perhiasan Rancang Desain Baru

“Sudah sangat jelas MUI menyampaikan ini halal dan (pakar) kesehatan juga menyampaikan tidak ada efek samping. Jadi ini baik, justru kita bersyukur komitmen pemerintah pusat memberikan seluruh vaksin kepada seluruh warga Jakarta dan daerah lain di Indonesia,”jelasnya.

Berdasarkan catatannya, jumlah vaksinator di Jakarta mencapai 1.648 orang. Mereka melayani di 511 fasilitas kesehatan (faskes) dan fasilitas lain yang dijadikan tempat untuk vaksinasi.

Untuk vaksinasi dosis kedua bagi kelompok kedua, kata Ariza, Pemprov DKI Jakarta masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Apalagi vaksin yang diperoleh DKI bersumber dari pemerintah pusat.

“Tentu kami memahami keterbatasan vaksin yang ada, karena seluruh dunia membutuhkan vaksin. Kami juga mengerti bahwa pemerintah pusat harus membagi dengan provinsi lain, jdi kami mengikuti apa yang menjadi kebijakan dan keputusan pusat,” imbuhnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved