PSBB Jakarta

Waduh, Banyak Kafe di Jakarta Tabrak Aturan, Kelabui Petugas dengan Berpura-Pura Tutup

Banyak Kafe di Ibu Kota Tabrak Aturan, Kelabui Petugas dengan Pura-Pura Tutup dan Buka Kembali Tengah Malam ataupun Menutup Gerbang Depan

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Suasana Gen's Bar & Resto di Komplek Blok M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (9/2/2021) malam. Kafe tersebut terbukti melanggar peraturan PSBB. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Satpol PP DKI Jakarta mengungkapkan, banyak kafe di Ibu Kota berusaha mengelabui petugas.

Caranya dengan berpura-pura tutup sementara, namun saat tengah malam mereka kembali beroperasi sampai dini hari.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, pihaknya telah berulang kali menindak pengelola kafe yang tidak jujur dalam hal jam operasional. Namun demikian, Arifin tidak ingat jumlah kafe yang terbukti mengelabui petugas dengan cara seperti itu.

“Yah ada juga polanya jam 21.00 mereka tutup, lalu ada indikasi mereka kemudian jam 23.00 buka lagi. Yah ada indikasi yang seperti itu dengan cara mengelabui petugas,” kata Arifin pada Kamis (25/2/2021).

Arifin mengatakan, biasanya pemilik kafe juga menyiapkan akses khusus kepada pelanggannya.

Para pengunjung yang awalnya melewati pintu depan, mereka diarahkan melewati pintu belakang.

Bahkan terkadang petugas keamanan juga membantu mengarahkan pengunjung untuk memarkirkan kendaraannya jauh dari area mereka.

Ada juga petugas keamanan yang menyembunyikan kendaraan pengunjung hingga ke area dalam kafe.

Baca juga: Pelayanan Asuransi ABDA Buruk, Tiga Tahun Ajukan Klaim Kerusakan, Kendaraan Tidak Kunjung Diperbaiki

“Sebenarnya kegiatan pengawasan tetap kami lakukan bersama Polri dan TNI. Dalam suasana seperti ini tentu tuntutannya bukan hanya dilakukan pengawasan. Tapi harus adanya kesadaran dari semua, pemangku kepentingan, pemilik kafe dan restoran dan sebagainya,” ungkap dia.

“Mereka berupaya untuk melanggar sampai tengah malam, bahkan dini hari untuk cara-cara tadi yang saya katakan untuk mengelabui aparat. Jadi dari luar tidak terlihat tapi di dalam ada aktivitas,” lanjutnya.

Baca juga: Anies Berjibaku Cegah Penyebaran Covid-19, Sejumlah Tempat Hiburan di Melawai Tabrak Aturan

Karena itu, dia meminta partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif mengawasi dugaan pelanggaran yang ada di wilayah rumahnya.

Bila ditemukan pelanggaran, masyarakat dapat melaporkan hal itu melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini) atau melalui akun Instagram resmi Satpol PP DKI Jakarta.

“Kalau memang ada kegiatan yang seperti tadi pelanggaran-penggaran dengan cara mengelabui, mungkin masyarakat yang mendengar dan mengetahui bisa laporkan yang seperti itu kepada petugas. Intinya semakin banyak pengawasan yang dilakukan masyarakat dalam upaya mengentaskan dan memutuskan rantai Covid-19, akan jauh lebih baik,” imbuhnya.

Baca juga: Beroperasi Diam-diam, Masuk Karaoke di Melawai Harus Pakai Kode dan Jalur Undangan

Sementara itu, Satpol PP DKI Jakarta telah mengumpulkan duit denda sebesar Rp 365.800.000 dari para pelanggar protokol kesehatan.

Angka itu tercatat sejak berlakunya Pergub Nomor 3 tahun 2021 atau dari 11 Januari lalu, sampai Rabu (24/2/2021) lalu.

Berdasarkan data dari Satpol PP DKI Jakarta, total pelanggar yang tidak memakai atau membawa masker mencapai 90.410 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 88.353 orang memilih kerja sosial sedangkan 2.057 membayar denda Rp 250.000 atau sesuai kemampuannya.

Untuk total nilai denda yang tidak memakai masker mencapai Rp 306.800.000.

Sementara petugas telah melakukan razia terhadap restoran, rumah makan dan kafe mencapai 18.977 titik.

Baca juga: Modus Pengelola Tempat Hiburan di Melawai Langgar Aturan PSBB, Pakai Kode hingga Sita Handphone Tamu

Rinciannya 2.108 dilakukan pembubaran dan menerima teguran tertulis, penghentian sementara 1x24 jam ada 213 tempat, penghentian sementara 3x24 jam ada 23 tempat dan 16.621 tidak ditemukan pelanggaran serta 12 tempat membayar denda.

Nilai total denda yang diberikan mencapai Rp 28 juta. Kemudian, petugas juga melakukan razia di 15.895 tempat industri, perkantoran dan tempat usaha.

Untuk penghentian selama 3x24 jam dilakukan kepada 56 tempat, teguran tertulis 1.687 tempat, tidak ditemukan pelanggaran 14.147 tempat dan denda kepada lima tempat.

Untuk nilai dendanya mencapai Rp 31 juta. Apabila seluruh nilai denda itu diakumulasikan, duit yang dikumpulkan mencapai Rp 306.800.000. 

Tempat Hiburan Melawai Tabrak Aturan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Upaya Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dalam memerangi pandemi covid-19 rupanya tidak didukung semua pihak.

Pasalnya, terdapat sejumlah tempat hiburan di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan masih nekat beroperasi secara tertutup di tengah pandemi covid-19.

Mereka menyamarkan operasionalnya dengan beragam modus untuk mengelabui aparat.

Mulai dari menerapkan kata sandi atau kode dan sistem undangan kepada tamu hingga menyamarkan operasional karaoke lewat layanan bar dan restoran. 

Modus tersebut seperti yang diduga dilakukan oleh pengelola Zeloso Ktv & Lounge dan Karaoke M Point yang berlokasi di atas Yuki Restaurant.

Sehingga, tempat hiburan yang berlokasi di kawasan Melawai itu terkesan tutup dan tidak beroperasi selama diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maupun pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

Baca juga: Beroperasi Diam-diam, Masuk Karaoke di Melawai Harus Pakai Kode dan Jalur Undangan

Tidak hanya itu, pelanggaran lainnya juga diketahui dilakukan oleh pengelola Gen's Bar & Resto.

Kafe yang terletak di seberang Yuki Restaurant itu nekat beroperasi hingga larut malam.

Pihak pengelola menyamarkan aksinya dengan menutup rolling door, mematikan lampu hingga menyita ponsel milik pengunjung kafe. 

Baca juga: Sosok Risma Muncul dalam Pilkada DKI, Survei Median : Responden Minta Anies Kembali Pimpin Ibu Kota

Terkait hal tersebut, Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Ujang Harmawan menegaskan pihaknya akan menertibkan seluruh tempat hiburan yang masih nekat beroperasi di tengah masa PSBB maupun PPKM.

Sebab, langkah pencegahan penyebaran covid-19 itu diungkapkan Ujang sesuai dengan instruksi Anies Baswedan guna menekan kasus virus corona di Ibu Kota.

Baca juga: Selisih Tipis, Survei Median Prediksi Elektabilitas Anies Unggul Dibanding Risma dalam Pilkada DKI

"Kita sudah telusuri dan berkordinasi dengan Sudin Pariwisata (Jakarta Selatan), kita akan tindaklanjuti," tegas Ujang dihubungi pada Senin (15/2/2021).

Dirinya memastikan akan mengambil tindakan tegas berupa penutupan secara permanen hingga pencabutan izin usaha apabila diketahui terdapat tempat hiburan yang melanggar aturan.

"Kita akan tutup tempat usaha yang belum boleh buka selama PSBB atau PPKM saat ini. Pokoknya, sebelum adanya peraturan yang memperbolehkan tempat usaha tersebut buka, kita tindak tegas," tegasnya.      

Baca juga: Survei Median, Anies Baswedan Lebih Populer Dibandingkan Risma dan Ahok hingga Ridwan Kamil

Beroperasi Diam-diam

Sejumlah karaoke di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan masih nekat beroperasi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Namun, pengunjung yang diperbolehkan masuk hanya mereka yang diundang dan memiliki kata kunci atau kode.

Langkah itu diduga dilakukan untuk mengelabui petugas.

Satu di antaranya adalah Zeloso Ktv & Lounge.

Berdasarkan pengamatan pada Selasa (9/2/2021) malam, gedung karaoke yang berlokasi di kawasan yang terkenal dengan sebutan Little Tokyo itu terlihat gelap.

Pintu utama pun tertutup rapat.

Sekilas terlihat, karaoke khusus dewasa tidak beroperasi.

Sejumlah Tempat Hiburan di Blok M Square Nekat Beroperasi, Kelabui Aparat Lewat Beragam Modus

Namun, berdasarkan penuturan seorang pegawai, tempat karaoke yang berada persis di seberang Stasiun MRT Blok M Plaza itu tetap beroperasi.

Hanya saja, pengunjung yang diperbolehkan masuk terbatas kepada langganan.

Mereka pun diminta untuk menyebutkan kata kunci atau password untuk bisa masuk ke dalam gedung karaoke.

"Dari awal PSBB juga tetap buka-nggak ada libur-liburnya, masuknya dari basement, begitu parkir langsung naik lift ke lantai satu, dari situ langsung naik ke karaoke," ungkap seorang pegawai menunjuk basement bertuliskan 'parkir khusus tamu Zeloso Ktv & Lounge'.

"Tapi cuma langganan aja, nggak sembarangan," tambahnya.

Pantauan di lokasi, lokasi basement yang menjadi akses utama menuju gedung Zeloso Ktv & Lounge terlihat dijaga oleh petugas keamanan..

Pria yang berseragam safari itu terlihat fokus mengamati setiap pejalan kaki yang melintas.

Gercep Pemulihan Pasca Banjir, Isnawa Adji Rebut Wiper Lantai Bersihkan Lumpur di Rawajati

Bergeser ke lokasi selanjutnya, modus serupa juga dilakukan oleh pengelola Karaoke M Point.

Karaoke yang berlokasi di atas Yuki Restaurant itu diketahui tetap beroperasi selama PSBB.

Namun, serupa dengan Zeloso Ktv & Lounge, tamu yang diharapkan hanya terbatas langganan dengan menerapkan sistem undangan.

Pengunjung yang datang harus menyebutkan kata sandi atau kode untuk dapat mengakses ruang karaoke yang berada di lantai tiga restoran bernuansa Jepang itu. 

Terkait hal tersebut, seorang pegawai Yuki Restaurant membantah.

Sebab, karaoke tidak beroperasi sejak PSBB diberlakukan.

"Karaoke memang ada di atas, tapi sejak PSBB ini, karaoke kita sama sekali tutup," ungkap seorang pegawai pria berseragam ungu.

Kebut Pemulihan Parekraf, Sandi dan Yasonna laoly Rumuskan Visa Long Term Untuk Wisawatan Asing

Tidak hanya itu, dirinya pun menegaskan jam buka restoran juga kini dibatasi sesuai dengan edaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, yakni hingga pukul 21.00 WIB.

"Kalau mau di seberang aja, buka sampe malem. kalau kita di sini restoran cuma sampe jam sembilan malem," ungkapnya menunjuk Gen's Bar & Resto.

Suasana Gen's Bar & Resto di Komplek Blok M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (9/2/2021) malam. Kafe tersebut terbukti melanggar peraturan PSBB.
Suasana Gen's Bar & Resto di Kompleks Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (9/2/2021) malam. Kafe tersebut terbukti melanggar peraturan PSBB. (Warta Kota)

Sita Ponsel

Penuturan seorang pegawai Yuki Restaurant dibenarkan oleh juru parkir di sekitar lokasi.

Pria itu menyebutkan Gen's Bar & Resto tetap beroperasi hingga larut malam.

"Aturannya itu kan emang sampe jam sembilan malem, tapi kalau di situ mah nggak ada begitu-begituan, buka terus. malah biasanya sampe jam dua malem," ungkap sang juru parkir berseragam oranye itu meyakinkan.

Membuktikan pernyataan juru parkir, Warta Kota mencoba masuk ke dalam Gen's Bar & Resto.

Sekilas, kafe yang terdapat tulisan Little Tokyo Blok M pada bagian atas gedungnya itu terlihat layaknya seperti kafe pada umumnya.

Aneka minuman keras hingga makanan ringan ditawarkan di kafe berlantai dua itu.

Namun berbeda dengan restoran atau kafe di kawasan Blok M lainnya yang lebih dulu tutup, kafe itu terlihat tetap mempersilahkan pengunjung masuk walau jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.

Pegawai dengan ramah menyapa setiap pengunjung yang datang seraya bergegas mematikan lampu depan dan menutup rolling door guna menyamarkan aktivitas.

Setibanya di dalam kafe, pegawai pun meminta kepada setiap pengunjung yang datang untuk menyerahkan ponsel.

"Mohon maaf, kalau mau lanjut sampai jam 12 malam, hape-nya (ponsel) kita simpan dulu di loker, semua pengunjung di sini sama (disimpan)," ungkap seorang pegawai meminta ponsel kepada Warta Kota.

Permintaan tersebut juga disampaikan pria berambut gondrong itu kepada seluruh pengunjung lainnya yang baru masuk.

Mereka pun tidak terlihat keberatan ketika menyerahkan ponsel yang dikumpulkan sang pegawai ke dalam kotak khusus yang dibawanya.

Begitu juga dengan suasana yang hening karena suara musik yang dikecilkan. 

Para pengunjung yang terlihat berjumlah lebih dari belasan orang itu tetap asik menikmati suasana tanpa ada satupun yang menerapkan protokol kesehatan.

Mereka terhanyut dengan suasana tanpa ada rasa kekhawatiran.

Suasana kafe itu berlarut hingga tengah malam.

Walau jarum jam sudah menunjukkan pukul 00.00 WIB, para pengunjung tetap menikmati suasana. 

Gelapnya lampu depan, tertutupnya rolling door serta suara musik yang redup memang menyamarkan adanya aktivitas di dalam kafe.

Namun, terdapat seorang pegawai Gen's Bar & Resto yang tetap berjaga di teras kafe.

Tindak Tegas

Terkait hal tersebut, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Jakarta Selatan, Nanto Dwisubekti menegaskan akan menindaklanjuti laporan adanya tempat hiburan yang nekat beroperasi dan melanggar peraturan PSBB.

Apalagi, lanjutnya, pihak pengelola tempat hiburan malam diketahui sengaja menyamarkan aktivitasnya dengan tujuan mengelabui aparat.

"Kita segera tindaklanjuti. Kalau terbukti melanggar ketentuan, bila perlu langsung kita tutup permanen," tegasnya ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada Rabu (10/2/2021).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved