Breaking News:

Berita Video

VIDEO Petugas Puskesmas Covid Setelah Divaksin, Kepala Dinas Sebut Antibodi Belum Muncul

"Ya kan tidak langsung antibodinya jadi. Kan membutuhkan waktu juga baru beberapa hari divaksin," jelas Deden. 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Kadinkes Kota Tangsel), Deden Deni membenarkan adanya belasan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Jombang yang terpapar infeksi covid-19 usai dilakukan pelaksanaan vaksinasi. 

Menurutnya terpaparnya para nakes seusai melangsungkan vaksinasi itu ditebgarai belum terbentuknya antibodi bagi para nakes. 

Sebab, kata ia, tiap orang yang telah divaksin covid-19 bakal memiliki antibodi dalam beberapa hari kemudian. 

"Ya kan tidak langsung antibodinya jadi. Kan membutuhkan waktu juga baru beberapa hari divaksin," jelas Deden. 

"Intinya ginilah, ini jadi contoh saja. Orang kesehatan saja yang sudah se-safety mungkin, dia paham sekali prokes masih kena. Makanya masyarakat jangan lalai gitu. Orang kesehatan saya yakin, mereka sudah standar banget prokesnya pakai APD, masker berlapis, jaga jarak, masih berpotensi kena. Apalagi masyarakat yang lalai. Jadi ini jadi catatan saja," sambungnya. 

Diwartakan sebelumnya, puluhan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpapar infeksi covid-19.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Puskesmas Jombang, Mulyadi saat dikonfirmasi Wartakotalive.com melalui sambungan telepon selularnya. 

"Iya ada 22 perawat itu di tes antigen tiga hari yang lalu," katanya lewat sambung telepon selularnya itu, Kota Tangsel, Rabu (24/2/2021).

Mulyadi menjelaskan 22 nakes tersebut terbagi dari 15 nakes tetap dan 7 orang pelajar yang sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL). 

Menurutnya dari 15 nakes yang terpapar covid-19 diataranya melakoni penyuntikan dosis vaksin. 

Bahkan, para nakes tersebut telah menjalani penuntikan dosis vaksin untuk kedua kalinya. 

"Yag terpapar covid sudah vaksi semua, dari 15 itu sebagian besar sudah vaksin. Tapi antibodinya belum terbentuk. Kan dari kedua itu 28 hari baru kebentuk. SOP seperti itu, jadi belum kelihatan. Vaksin kedua ini belum seminggu," katanya.

Sementara itu, adanya nakes yang terpapar infeksi covid-19 tak membuat penutupan pada pelayanan Puskesmas Jombang. 

"Seperti biasa kami melayani hanya seperti biasa saja. Kita kurangi 50 persen. Karena untuk menghindari kontak erat. Kami tidak mau para pasien datang itu menularkan atau kami menularkan," pungkasnya. (m23) 

Penulis: Rizki Amana
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved