Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Ternyata Djoko Tjandra Nyaris Bertemu Wapres Maruf Amin, Tak Jadi karena Wapres Batal ke KL

Fakta menarik terungkap dalam lanjutan persidangan Djoko Tjandra. Djoko mengaku sempat diajak bertemu Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Editor: Wito Karyono
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Terdakwa Djoko Tjandra menjalani sidang pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumnat (11/12/2020). Djoko Tjandra mengaku sempat diajak bertemu Wapres Maruf Amin. 

Setelah Ma'ruf Amin menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Joko Widodo, Rahmat mengaku juga masih bertemu. Namun pertemuan itu tak lagi intens seperti sebelumnuya.

"Saya dulu deket dengan pak Ma'ruf Amin, saya selalu pergi berdua sama dia," ujar Rahmat dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11/2020).

Baca juga: Raih Penghargaan Sebagai Tokoh Pemberdayaan 2020, Anies Ucapkan Rasa Syukur

King Maker

Sementara itu Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis Pinangki Sirna Malasari dengan hukuman pidana 10 tahun penjara.

Namun, persidangan belum bisa mengungkap sosok king maker di balik kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Ali Mukartono mengatakan, pengungkapan ihwal sosok king maker dalam kasus itu hanya bisa diungkap oleh jaksa Pinangki.

Pinangki Sirna Malasari, terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra, menghadiri sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2021). Pinangki dituntut hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung.
Pinangki Sirna Malasari, terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra,. (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

"Kan tergantung sama dia, yang tahu kan dia, dia kan sampai di pengadilan tutup mulut kan?" kata Ali di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Baca juga: Nikita Mirzani Datangi Polres Metro Jakarta Selatan, Tanya Perkembangan Kasus Informan Polisi

Sosok king maker itu memang sempat disinggung dalam persidangan jaksa Pinangki.

Sejumlah terdakwa mengakui adanya king maker di balik kasus suap kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) tersebut.

Menurut Ali, dugaan adanya king maker itu sempat dilaporkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) ke KPK.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved