Selasa, 28 April 2026

Persita Tangerang

Sejarah Berdirinya North Legion, Suporter Ultras Persita Tangerang yang Cinta Perdamaian

North Legion dibentuk tanggal 25 Agustus 2012 lalu, para pendiri North Legion ternyata berasal dari Laskar Benteng Viola, suporter pertama Persita

Penulis: RafzanjaniSimanjorang |
Instagram/@northlegion_1953
North Legion suporter Ultras Persita Tangerang yang selalu mendukung dari sisi tribun utara 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dari tujuh komunitas suporter Persita Tangerang, satu diantaranya bernama North Legion. Bertempat di sebelah utara tribun stadion, North Legion identik dengan gayanya yang ultras. 

North Legion sendiri dibentuk tanggal 25 Agustus 2012 lalu. Sebelum berdiri menjadi satu komunitas, para pendiri North Legion ternyata berasal dari Laskar Benteng Viola, suporter pertama Persita.

Sebelum menjadi North Legion, Laskar Benteng Viola-LBV punya satu bagian suporter yang bernama Viola Perdamaian, Viola Perdamaian inilah menjadi cikal bakal North Legion

"Viola Perdamaian dibentuk sebagai wujud suporter yang cinta perdamaian. Seperti yang diketahui, tahun 2012 ke bawah dulu banyak terjadi kekerasan, jadi Viola Perdamaian muncul untuk jadi pembeda."

"Hanya saja, dalam perjalanannya, ada perbedaan kepemahaman dengan LBV, sehingga teman-teman founder dulu akhirnya sepakat untuk mendirikan komunitas baru, itulah North Legion," ujar Herlambang, selaku penanggung jawab North Legion

Lanjutnya, nama North Legion sengaja diambil mengingat posisi suporter yang kerap ada di Utara, berbeda dengan LBV yang berada di Selatan.

Saat Persita Tangerang bertanding, North Legion mendukung dengan yel-yel dan gerakan koreografi yang membuat semangat Pendekar Cisadane
Saat Persita Tangerang bertanding, North Legion mendukung dengan yel-yel dan gerakan koreografi yang membuat semangat Pendekar Cisadane (Instagram/@northlegion_1953)

Selain itu, tahun 2012 lalu pun kultur ultras mulai berkembang, sehingga North Legion pun menjadi komunitas suporter yang mengadopsi kultur ultras dan berdiri sendiri.

"Meskipun kami ultras-garis keras, namun tidak semua nilai-nilai ultras kami adopsi. Kami hanya mengambil nilai yang baik seperti cara mendukung dan loyalitas. Kami mau tidak ingin lebih dari itu. Artinya rivalitas hanya 2x45 menit," tambah pria yang akrab disapa Eenk ini.

Herlambang (kanan) selaku penanggung jawab North Legion, suporter Persita Tangerang yang ingin timnya biasa mengalahkan Persija
Herlambang (kanan) selaku penanggung jawab North Legion, suporter Persita Tangerang yang ingin timnya biasa mengalahkan Persija (Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang)

Selain itu, North Legion tidak pernah terjun ke politik. Tak heran, siapa pun yang ingin membawa unsur politik atau pendekatan politik ke dalam komunitas akan ditolak mentah-mentah. 

North Legion hanya menghargai pandangan politik masing-masing anggota, tetapi tidak jika untuk dibawa ke komunitas. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved