Breaking News:

Vaksin Covid-19 Tahap 2 Kota Bekasi Paling Cepat Dimulai Jumat, Dapat Jatah 5.000 Vial

Vaksinasi Covid-19 tahap 2 yang diperuntukkan bagi petugas pelayanan masyarakat Kota Bekasi, paling cepat akan dimulai pada Jumat (26/2/2021)

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) .Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati mengatakan Vaksinasi Covid-19 tahap 2 yang diperuntukkan bagi petugas pelayanan masyarakat Kota Bekasi, paling cepat akan dimulai pada Jumat (26/2/2021) mendatang. 

Laporan wartawan wartakotalive.tribunnews.com, Rangga Baskoro

WARTAKOTALIVE.COM, Bekasi Utara -- Vaksinasi Covid-19 tahap 2 yang diperuntukkan bagi petugas pelayanan masyarakat Kota Bekasi, paling cepat akan dimulai pada Jumat (26/2/2021) mendatang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati menjelaskan vaksin keluaran Cina tersebut didistribusikan ke Kota Bekasi pada Rabu (24/2/2021) ini.

"Vaksin dari pusat sekarang dalam perjalanan menuju Bekasi, diperkirakan sore ini tiba," kata Dezy saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Bekasi Utara.

Pihaknya mendapatkan alokasi sebesar 5.000 vial. Namun demikian, ukuran vial vaksin tahap 2 lebih besar dari sebelumnya sehingga indeks penggunaan (IP) vaksin 1 berbanding10.

Baca juga: Meski Sudah Divaksin Covid-19, 10 Tenaga Kesehatan di Puskesmas Jombang Terpapar Virus Corona

Baca juga: VIDEO Ratusan Tenaga Pendidik di DKI Jakarta Diberikan Vaksin Covid-19 

Baca juga: Guru dan Pegawai Pemprov Banten segera Disuntik Vaksin Covid-19

"Kami dapat 5.000 vial ya. Tapi gini, vaksin yang sekarang itu dia pake IP 10, jadi 1 vial untuk 10 orang. Kalau dulu 1 vaksin untuk 1 orang, sekarang 1 vial itu untuk 10 orang," ucapnya.

Sehingga total, sebanyak 5.000 vial, bisa dipergunakan untuk 25.000 orang apabila disuntikkan sebanyak 2 kali periode.

Sementara itu, pihaknya hingga kini masih melakukan pendataan terkait daftar nama kalangan yang menerima vaksin dari masing-masing instansi atau organisasi perangkat daerah (OPD).

"Masih kami data, untuk sementara data yang sudah masuk berkisar 10.000 orang ASN, Polri dam TNI," tutur Dezy. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved