Breaking News:

Balap Mobil Ketahanan

Sean Gelael Soal Balap Ketahanan Bersama Tim JOTA, Gimana Rasanya 3 Jam Dalam Mobil Balapan

Sean Gelael harus tahan menyetir selama 3 jam diajang Asian Le Mans Series, di Abu Dhabi

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Umar Widodo
sean-gelael.com
Sean Gelael bersama rekannya usai balapan mobil ketahanan di Abu Dhabi 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sean Gelael pebalap Jagonya Ayam memang memutuskan hijrah dari Formula 1 ke balapan ketahanan.

Dirinya bergabung dengan tim JOTA. Uniknya, tak perlu lama bagi Sean menorehkan prestasi dengan timnya, JOTA.

Sebut saja balapan di Asian Le Mans, Abu Dhabi beberapa hari lalu, tim Sean mampu menyapu bersih kemenangan.

Lantas, berasal dari F2, apa kata Sean soal adaptasi di balapan ketahanan? Apalagi dirinya bukan membalap sendirian, melainkan bersama dua pebalap lainnya, yaitu Blomqvist dan Stoffel Vandoorne.

"Untuk adaptasi mobil memang tidak terlalu sulit, namun hal terpenting di balapan ketahanan ini adalah bagaimana kami menjalin chemistry antar pebalap," saat berbincang-bincang dengan media via aplikasi Zoom.

Usai balapan Sean Gelael bersama kedua orang tuanya dan rekan satu timnya berfoto bersama
Usai balapan Sean Gelael bersama kedua orang tuanya dan rekan satu timnya berfoto bersama (sean-gelael.com)

Menurutnya, bermain sebagai tim, dia beserta pebalap lainnya harus menghilangkan ego masing-masing dan berjuang bersama.

Tak hanya itu, lanjut Sean, mengadaptasikan gaya membalap yang berbeda-beda antara dia dan rekan-rekannya, menjadi sebuah strategi di balapan pun menjadi faktor penting.

Baca juga: Posisi Start Tidak Terlalu Bagus, Tim Racing Sean Gelael Buru Trofi di Balapan Asian Le Mans Series

Baca juga: Sean Gelael Dari Formula 2 Pindah Ke FIA World Endurance Championship Bersama Tim JOTA

"Chemistry paling penting. Tidak ada pikiran saya akan menunjukkan skill atau kelebihan saya disini, atau ego lainnya. Jadi kalau ditanya, siapa yang lebih bagus, maka jawabannya tidak ada. Kami semua mengerti apa yang harus dilakukan untuk meraih kemenangan," terangnya.

Bahkan, untuk mobil pun ketiganya satu suara untuk memberikan pengaturan terbaik, agar mobilnya dapat tampil maksimal sesuai dengan yang diharapkan oleh tim. 

Sean Gelael 3 Jam Non Stop

Mengendarai mobil untuk waktu yang lama tentu melelahkan, tak heran pengemudi sering berhenti sejenak untuk mengambil tenaga.

Namun, bagaimana jika harus membalap selama 3 jam non stop, tak kebayang bukan? Inilah yang dialami oleh pebalap Indonesia, Sean Gelael di balapan ketahanan bersama tim JOTA.

Sean Gelael membalap selama tiga jam non stop di balapan Asian Le Mans Series, Abu Dhabi pekan lalu. Lantas, apa kesan dari pebalap Jagonya Ayam ini?

Ini mobil balap yang dikendarai 3 jam non stop oleh sean Gelael diajang Asian Le Mans Series, Abu Dhabi pekan lalu.
Ini mobil balap yang dikendarai 3 jam non stop oleh sean Gelael diajang Asian Le Mans Series, Abu Dhabi pekan lalu. (sean-gelael.com)

"Wah gila, saya keluar dari mobil kramnya minta ampun. Kaki kram, perut kram, sampai saya bingung caranya mau keluar dari mobil," ucap Sean.

Sean sendiri memaklumi pembagian porsi yang sempat mengharuskan dirinya membalap selama tiga jam berturut-turut.

Baca juga: Setelah Pulih dari Cedera, Sean Gelael Langsung Incar Trofi, Ini Katanya

Baca juga: Alami Retak Tulang, Sean Gelael Gagal Capai Finis

Bagi Sean dirinya tetap akan menerima membalap selama tiga jam. Namun dirinya berharap agar tiga jam tersebut dapat dibagi dua, untuk menjaga stamina dan juga kondisi tubuh.

Ada pun kerja keras Sean membalap tiga jam non stop tak sia-sia. Ia bersama timnya, menyapu bersih kemenangan di balapan Asian Le Mans.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved