Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Penjelasan Plt Kadinkes Tangsel Terkait Nakes Puskesmas Jombang Kena Covid-19

Deden Deni membenarkan adanya belasan tenaga kesehatan-nakes Puskesmas Jombang yang terpapar infeksi covid-19 usai vaksinasi Sinovac

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Rizki Amana
Plt Kadinkes Kota Tangsel, Deden Deni bicara soal nakes yang terkena Covid-19 setelah vaksinasi Sinovac 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Kadinkes Kota Tangsel), Deden Deni membenarkan adanya belasan tenaga kesehatan-nakes Puskesmas Jombang yang terpapar infeksi covid-19 usai dilakukan pelaksanaan vaksinasi. 

Menurutnya terpaparnya para nakes seusai melangsungkan vaksinasi itu ditebgarai belum terbentuknya antibodi bagi para nakes. 

Sebab, kata ia, tiap orang yang telah divaksin covid-19 bakal memiliki antibodi dalam beberapa hari kemudian. 

"Ya kan tidak langsung antibodinya jadi. Kan membutuhkan waktu juga baru beberapa hari divaksin," jelas Deden. 

Baca juga: Rumah Sakit Potong Insentif Nakes Hingga 70 Persen, Stafsus Sri Mulyani: Kemenkeu Hanya Membayar

"Intinya ginilah, ini jadi contoh saja. Orang kesehatan saja yang sudah se-safety mungkin, dia paham sekali prokes masih kena. Makanya masyarakat jangan lalai gitu. Orang kesehatan saya yakin, mereka sudah standar banget prokesnya pakai APD, masker berlapis, jaga jarak, masih berpotensi kena. Apalagi masyarakat yang lalai. Jadi ini jadi catatan saja," sambungnya. 

Diwartakan sebelumnya, puluhan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpapar infeksi covid-19.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Puskesmas Jombang, Mulyadi saat dikonfirmasi Wartakotalive.com melalui sambungan telepon selularnya. 

Baca juga: Tenaga Pengajar Mengaku Sudah Rindu Sekolah Tatap Muka saat Ikuti Program Vaksinasi Covid-19

"Iya ada 22 perawat itu di tes antigen tiga hari yang lalu," katanya lewat sambung telepon selularnya itu, Kota Tangsel, Rabu (24/2/2021).

Mulyadi menjelaskan 22 nakes tersebut terbagi dari 15 nakes tetap dan 7 orang pelajar yang sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL). 

Menurutnya dari 15 nakes yang terpapar covid-19 diataranya melakoni penyuntikan dosis vaksin. 

Bahkan, para nakes tersebut telah menjalani penuntikan dosis vaksin untuk kedua kalinya. 

"Yag terpapar covid sudah vaksi semua, dari 15 itu sebagian besar sudah vaksin. Tapi antibodinya belum terbentuk. Kan dari kedua itu 28 hari baru kebentuk. SOP seperti itu, jadi belum kelihatan. Vaksin kedua ini belum seminggu," katanya.

Sementara itu, adanya nakes yang terpapar infeksi covid-19 tak membuat penutupan pada pelayanan Puskesmas Jombang. 

"Seperti biasa kami melayani hanya seperti biasa saja. Kita kurangi 50 persen. Karena untuk menghindari kontak erat. Kami tidak mau para pasien datang itu menularkan atau kami menularkan," pungkasnya.

Pelayan Puskesmas tetap berjalan

Puluhan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpapar infeksi covid-19.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Puskesmas Jombang, Mulyadi saat dikonfirmasi Wartakotalive.com melalui sambungan telepon selularnya. 

"Iya ada 22 perawat itu dites antigen tiga hari yang lalu," katanya lewat sambung telepon selularnya itu, Kota Tangsel, Rabu (24/2/2021).

Mulyadi menjelaskan 22 nakes tersebut terbagi dari 15 nakes tetap dan tujuh orang pelajar yang sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL). 

Menurutnya, para nakes termasuk pelajar yabg sedang PKL itu telah melakukan langkah isolsi mandiri usai didiagnosis terpapar infeksi covid-19.

"Ada yang isolasi mandiri karena antigen positif. Untuk selanjutnya kami tetap pelayanan seperti biasa pagi. Hanya rawat inap yang dialihkan sementara 14 hari ke depan ke Puskesmas terdekat," jelas Mulyadi. 

Baca juga: KPK Dapat Informasi Manajemen Rumah Sakit Potong Insentif Nakes Hingga 70 Persen

Baca juga: 5 Alasan Penting Berolahraga demi Kesehatan Jantung pada Masa Pandemi Virus Corona

Baca juga: Puskesmas Kramat Jati Tambah Tenda Tunggu Antisipasi Warga Lansia Antusias Vaksinasi Covid-19

"Sekarang sembilan yang masih isoman (isolasi mandiri) . Dan tujuh orang kita kembalilan ke sekolah dari perawatan, rekam medis gitu," lanjutnya. 

Adapun ia memastikan adanya nakes yang terpapar tak membuat pelayanan Puskesmas Jombang terhenti. 

"Seperti biasa kami melayani hanya seerti biasa saja. Kita kurangi 50 persen. Karena untuk menghindari kontak erat. Kami tidak mau para pasien datang itu menularkan atau kami menularkan," pungkasnya.

Sementara itu, pegawai dan pejabat Pemprov Banten, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan serta pejabat dan pegawai instansi vertikal akan mengikuti program vaksinasi Covid-19 pada tanggal 24 - 27 Februari 2021.

Selain mereka, para Kepala Sekolah dan Kepala TU SMA/SMK, serta para jurnalis juga akan mendapatkan program vaksinasi tahap II termin I tersebut.

Berdasarkan jadwal dan daftar peserta vaksinasi yang diterbitkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Banten menyebutkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) eselon II akan divaksin pada 24 Februari 2021 pukul 08.00-09.00 WIB.

Pada saat yang sama para pejabat eselon III di OPD, pegawai BPBD, dan pegawai DPMPTSP, juga akan divaksin Covid-19. Selanjutnya pada pukul 09.00-10.00 WIB berturut-turut akan divaksin pegawai Satpol PP, Kepala dan TU Kantor Cabang Dinas.

Pada pukul 10.00-11.00 WIB akan dilaksanakan vaksinasi untuk pegawai Dinas Perhubungan.

Dilanjutkan dengan vaksinasi untuk pegawai Bapenda, OPD eselon IV, Kepala Sekolah dan TU Sekolah, Anggota DPRD Banten, pegawai BNNP, pegawai Pengadilan Tinggi Banten, pegawai Kanwil Kemenag dan pegawai Kejaksaan Tinggi Banten.

Adapun pada Kamis 25 Februari 2021 akan dilaksanakan vaksinasi untuk guru PNS Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak dan Kabupaten  Pandeglang.

Pegawai dan pejabat Pemprov Banten, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan serta pejabat dan pegawai instansi vertikal akan mengikuti program vaksinasi Covid-19 pada tanggal 24 - 27 Februari 2021.
Pegawai dan pejabat Pemprov Banten, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan serta pejabat dan pegawai instansi vertikal akan mengikuti program vaksinasi Covid-19 pada tanggal 24 - 27 Februari 2021. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Pada hari yang sama juga akan dilaksanakan vaksinasi untuk Pengadilan Tinggi Agama Banten dan para jurnalis.

Program vaksinasi Covid-19 akan dilanjutkan pada Jumat 26 Februari 2021 dengan peserta guru PNS Kota Cilegon, Kota Serang dan Kabupaten Serang.

Mulai dari guru non PNS Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak.

Sementara pada Sabtu 27 Februari 2021 akan dilaksanakan program vaksinasi untuk guru non PNS Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang.

Kepala Dinkes Pemprov Banten, dr Ati Pramudji Hastuti dalam surat bernomor 443/0531/kes-yan/II/2021 memberitahukan kepada pegawai di lingkungan Pemprov Banten serta instansi vertikal agar ikut serta dalam pemberian vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi tersebut merupakan  program tahap II termin I.

Sebelumnya, Pemprov Banten juga sudah melaksanakan program vaksinasi untuk para tenaga kesehatan, serta para Kepala Daerah Kabupaten/Kota, pimpinan instansi vertikal, DPRD Banten dan Sekda Banten.

Baca juga: Wahidin Halim Imbau Kepala Daerah tak Panik saat Menangani Pandemi Virus Corona

Baca juga: Erick Thohir Jatah Pihak Swasta 3,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Program Vaksin Gotong Royong

“Kepada para peserta program vaksinasi diharapkan hadir 15 menit sebelum pelaksanaan vaksinasi, membawa identitas diri/KTP dan telah sarapan atau makan,” kata Ati.

Program vaksinasi, kata Ati, mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 84 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi. (m23) 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved