Breaking News:

Berita Nasional

Pemerintah Ngotot Bangun Ibukota Baru, Prof Emil Salim Heran: Lebih Baik Tingkatkan Kualitas SDM

Emil Salim menyebut, kunci keberhasilan pembangunan terletak pada sumber daya manusia sebuah bangsa, bukan dengan pembangunan fisik ibukota

Kompas.com
Prof. Dr. Drs. Emil Salim, M.A 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Begawan ekonomi Profesor Emil Salim menyinggung soal rencana pembangunan ibukota baru di Kalimantan ketika Indonesia diterjang badai pandemi.

Emil Salim mememinta agar pemerintah mengkaji kembali rencana tersebut.

Sebab, pemerintah saat ini sedang 'keteteran' mengendalikan ekonomi negara yang terdampak pandemi Covid-19.

"Jika Covid 19 belum tertundukkan, pembangunan ekonomi masih dihambat “ambil jarak antar manusia” dan banjir masih deras memukul kehidupan rakyat kecil, masih realistiskah keinginan PU-Bappenas untuk tetap kekeh bangun ibu-kota Negara baru?" tulis Emil di akun Twitter pribadinya, dikutip pada Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Kerumunan saat Kunjungan Jokowi di NTT, Ferdinand: Itu Euforia Warga yang Ingin Lihat Pemimpinnya

Emil Salim meminta agar pemerintah menjalankan prioritas dalam kondisi saat ini.

Terlebih, pembangunan ibukota baru memakan biaya yang tidak sedikit.

"Ilmu ekonomi memanfaatkan dana terbatas untuk memilih sasaran pembangunan paling bermakna. Dengan dana Rp.500 trilliun bisa dibangun (1) ibukota Negara baru di Kalimantan ATAU (2) atasi tuntas banjir dan bangun pola ibu kota proklamasi kemerdekaan bangsa yang abadi," sebutnya.

"Jika Rp.X cukup beli sebutir telur atau sebatang rokok. Maka nilai telur yg dibeli dgn Rp.X = nilai rokok yg dikorbankan karena Rp.X habis dipakai. Maka biaya bangun ibukota baru = nilai biaya tanggulangi banjir Jakarta yg dikorbankan karena uang habis," imbuhnya.

Baca juga: Ganjar Pranowo Kaget dan Aneh Kantornya Kebanjiran, ProDem: Sudah Mulai Ikut Kagetan seperti Jokowi

Baca juga: Ganjar Pranowo Kaget dan Aneh Kantornya Kebanjiran, ProDem: Sudah Mulai Ikut Kagetan seperti Jokowi

Prof Emil mengungkapkan, anggapan bahwa membangun ibukota baru di Kalimantan akan mendorong pertumbuhan daerah bukanlah alasan yang ilmiah.

"Anggapan bahwa “membangun ibu-kota nasional baru” di Kalimantan akan mendorong pembangunan daerah tidak beralasan ilmiah. Ibu-kota Brazilia (Brazil), Canberra (Australia) dll, juga ibu-kota provinsi-provinsi di RI tidak membuktikan anggapan bagi negara kepulauan RI," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved