Breaking News:

Berita Nasional

Kerumunan Jokowi di NTT, Mardani: Kalau Sudah Disiapkan Souvenir di Mobil Namanya Bukan Spontanitas

Mardani meminta agar presiden Jokowi bisa memberikan contoh yang baik bagi warganya, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan.

Editor: Feryanto Hadi
Kompas.com/Devina Halim
Mardani Ali Sera 

"Kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker," ujar Bey.

"Karena kalau diperhatikan, dalam video tampak saat menyapa pun Presiden mengingatkan warga untuk menggunakan masker dengan menunjukkan masker yang digunakannya," tuturnya.

Bey menambahkan, pembagian suvenir yang dilakukan Jokowi merupakan bentuk spontanitas untuk menghargai antusiasme masyarakat.

Suvenir yang dibagikan berupa buku, kaus, dan masker.

"Tapi poinnya Presiden tetap mengingatkan warga tetap taati protokol kesehatan," kata dia.

Baca juga: Jokowi di Tengah Kerumunan Warga, Istana Bilang Hanya Spontanitas, Iwan Sumule:Rakyat Diminta Maklum

Kritikan Mardani Ali Sera

Politikus Partai Keadilan Sosial, Mardani Ali Sera turut menyoroti video yang menunjukkan adanya kerumunan tersebut.

Ia mengingatkan tentang kemarahan presiden saat menganggap PPKM tidak efektif dan kasus corona terus naik lantaran masyarakat kurang tegas terapkan protokol kesehatan.

"Presiden kecewa dan marah krn PPKM/PSBB tidak efektif, kasus terus naik. Karena daerah kurang tegas sehingga masyarakat kurang patuh protokol kesehatan. Tapi beberapa kali presiden menyebabkan kerumunan, warga mencontoh pemimpinnya?" tulis Mardani dikutip dari akun Twitternya, Rabu (24/02/2021).

Baca juga: Komentari Kerumunan Jokowi di Maumere, Novel Bamukmin: Parah, Polisi Harus Segera Proses Hukum

Mardani juga menyinggung soal pernyataan istana yang menyebut kerumunan tersebut adalah spontanitas.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved