Breaking News:

Heboh 21 Warga Terlahir Kembar di Satu Desa di Klaten, Kades Mengaku Sudah Biasa, Tak Perlu Dipisah

jumlah warga yang kembar identik maupun kembar dampit di desa Jonggrangan yang ia pimpin berjumlah 21 pasang atau sebanyak 42 orang.

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Pintu gerbang Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Selasa (23/2/2021). Di Desa ini dikenal sebagai desa kembar karena ada 21 warga terlahir kembar. 

WARTAKOTALIVE.COM, KLATEN -- Orang terlahir kembar itu biasa, namun biasanya hanya beberapa kasus diantara orang yang terlahir tidak kembar.

Nah, di Desa Jonggrangan, di Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tergolonng tidak biasa.

Di desa ini jumlah warga yang terlahir kembar cukup banyak.

Baca juga: Bagus Kahfi Dan Bagas Kaffa Pesepakbola Kembar Yang Tidak Selalu Bersama Dalam Satu Tim

Baca juga: VIDEO Si Kembar dari Tangerang, Ingin Ikuti Jejak Bagas-Bagus di Timnas Junior Indonesia

Jika dicermati dengan seksama ternyata di desa itu terdapat puluhan warga desa yang terlahir kembar identik maupun kembar dampit.

Sala satu Warga Desa Jonggrangan Kris Joko Raharjo bersama kembarannya Kris Joko Santoso ditemui di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (22/2/2021). Sebanyak 21 warga di desa ini terlahir kembar
Sala satu Warga Desa Jonggrangan Kris Joko Raharjo bersama kembarannya Kris Joko Santoso ditemui di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (22/2/2021). Sebanyak 21 warga di desa ini terlahir kembar (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Fenomena orang terlahir kembar itu telah berlangsung sejak lama dan bahkan orang kembar di desa tersebut sudah berumur hingga puluhan tahun.

"Iya benar. Disini memang ada warga yang terlahir kembar dan jumlahnya cukup banyak," ujar Kepala Desa Jonggrangan, Sunarna saat ditemui Tribun Jogja di kantornya, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Jadwal Salat Wilayah Jabodetabek Rabu 24 Februari 2021, Subuh, Duha, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya

Ia menjelaskan, jumlah warga yang kembar identik maupun kembar dampit di desa yang ia pimpin berjumlah 21 pasang atau sebanyak 42 orang.

Puluhan warga kembar itu, kata Sunarna, tersebar di lima dukuh. Namun di Dukuh Jonggrangan jumlah orang kembar yang paling banyak, yakni mencapai 9 pasang.

Untuk rentang usia, juga beragam, paling tua orang kembar tersebut berusia sekitar 50 tahun dan paling kecil sekitar 3 tahun.

Saat ini, 21 pasang orang kembar itu, tidak semuanya di kampung. Sebab ada juga yang hidup di rantau.

Baca juga: Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Kebanjiran, Langsung Surut Dalam 1,5 Jam

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved