Banjir Jakarta

DKI Baru Punya 3.964 Sumur Resapan dari Target 1,8 Juta, Wagub: Tak Mungkin Diselesaikan Anies

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sumur resapan sebanyak 1,8 juta titik memang menjadi target Anies Baswedan.

Warta Kota/Feryanto Hadi
Pembuatan vertical drain atau sumur resapan di Jalan Lenteng Agung Barat RT 015/05, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Adanya sumur resapan yang dilengkapi tali air ini diharapkan mampu kurangan genangan di kawasan itu saat turun hujan. 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini sempat mengklaim, banjir di Jakarta bakal surut selama enam jam.

Namun Anies memandang, upaya ini perlu didukung dengan debit air di kali dan sungai yang kembali normal.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 Indonesia 20 Februari 2021: 1.224.091 Sudah Disuntik Dosis Pertama

"Kami targetkan enam jam (banjir surut) sesudah air di sungai kembali normal, atau enam jam sesudah hujannya berhenti."

"Nah, yang terjadi adalah hujannya berhenti tapi aliran dari hulu masih jalan terus."

"Sehingga di situlah menjadi kendala tersendiri," kata Anies saat meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: WNA Boleh Masuk Indonesia Saat PPKM Mikro, Wajib Karantina 5 Hari di Hotel dan Bayar Sendiri

Anies menungkapkan, banjir di Jakarta akan lebih cepat surut apabila debit air di kali/sungai kembali normal dan hujan berhenti.

Namun bila keduanya tidak berjalan beriringan, tentu banjir di Jakarta akan semakin lama surut.

"Di catatan bahwa air kiriman dari kawasan hulu (Bogor) dan kawasan tengah (Depok) itu sekarang dalam perjalanan ke Jakarta."

"Dalam perjalanan ke Jakarta itu tentu akan berdampak pada kawasan-kawasan yang ada di sekitarnya," ulas Anies. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved