Banjir Jakarta

DKI Baru Punya 3.964 Sumur Resapan dari Target 1,8 Juta, Wagub: Tak Mungkin Diselesaikan Anies

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sumur resapan sebanyak 1,8 juta titik memang menjadi target Anies Baswedan.

Warta Kota/Feryanto Hadi
Pembuatan vertical drain atau sumur resapan di Jalan Lenteng Agung Barat RT 015/05, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Adanya sumur resapan yang dilengkapi tali air ini diharapkan mampu kurangan genangan di kawasan itu saat turun hujan. 

“Tapi kita harus melihat juga secara jujur, fakta, dan data."

Baca juga: Kangen Keluarga, Penghuni Wisma Atlet Mau Lompat dari Lantai 20, Diselamatkan Prajurit Paskhas

"Di periode ini apa progress-nya? Sangat baik terkait banjir satu hari selesai."

"Sebelumnya berhari-hari, dan kita juga harus jujur di daerah lain, hingga hari ini bisa berhari-berhari bahkan berminggu-minggu belum selesai banjirnya,” papar Ariza.

Meski begitu, Pemprov DKI Jakarta tetap akan membangun sumur resapan di sejumlah titik Jakarta.

Baca juga: Rumah Sakit Potong Insentif Nakes Hingga 70 Persen, Stafsus Sri Mulyani: Kemenkeu Hanya Membayar

Nilai anggaran yang disiapkan, ujar Ariza, sekitar Rp 200-Rp 300 miliar di tahun 2021 ini.

“Kegiatan itu setiap tahun ada programnya dan anggarannya besar, kalau tidak salah Rp 200-Rp 300 miliar di tahun ini,” ungkapnya.

Sumur resapan diklaim membantu menangani genangan dan banjir di permukiman Jakarta.

Baca juga: Polri Sudah Tegur 12 Netizen yang Berpotensi Langgar UU ITE, Diingatkan Lewat Direct Message

Soalnya, sumur resapan dapat menyimpan air hujan ke dalam tanah.

Bila warga tidak memiliki pekarangan rumah yang luas, mereka dapat memanfaatkan halaman musala atau fasilitas umum lainnya, untuk membuat sumur resapan.

Cara membuatnya sederhana, pertama buat lubang pada tanah, dan usahakan menggali tidak sampai keluar air.

Baca juga: Kekurangan Zat Besi Bisa Hambat Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045

Kemudian, perkuat dinding sumur memakai bata dengan celah satu jari. Buat saluran air masuk dari talang dan keluar menuju parit apabila kelebihan air.

Isi bagian bawah drainase vertikal dengan batu koral atau kerikil.

Kemudian, tutup bagian atasnya dengan plat beton dan hiasi memakai rumput atau tanaman.

Baca juga: Hari Kesepuluh Sarapan Pagi Gratis Pospera, Gotong Royong Lawan Corona Menjalar ke Kabupaten Bogor

Bila hujan turun, air akan masuk melalui talang dan ditampung di drainase vertikal tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved