Breaking News:

Berita Video

VIDEO Pemkab Bogor Mau Hentikan Sementara Pembangunan Perumahan di Cibinong Raya, Ini Sebabnya

“Nanti kita lihat apakah izinnya yang diajukan keluar atau tidak dengan melihat berbagai aspek ini,” paparnya.

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Kawasan Cibinong Raya sedang ditata oleh Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai pusat pengembangan ekonomi dan bisnis.

Untuk mewujudkan rencana ini, Pemkab Bogor sedang mengkaji kemungkinan menutup kawasan ini bagi pengembangan hunian baru.

“Pak Sekda meminta kita mengkaji perumahan yang ada di Cibinong Raya,” kata Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Lestia Irmawati, Senin (22/2/2021).

Menurut dia, ada berbagai aspek yang diperhatikan dalam kajian ini mulai dari aspek lingkungan, sampah, makam dan lain-lain.

“Nanti kita lihat apakah izinnya yang diajukan keluar atau tidak dengan melihat berbagai aspek ini,” paparnya.

Kalau sudah jenuh, lanjut dia, kita dorong pengembangan perumahan ke wilayah lain atau kita cari opsi lain seperti perumahan vertikal.

“Kalau jadi moratorium nanti berarti ada revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor. Itu kewenangannya ada di Bapedalitbang,” jelas Irma.

Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini sedang menyusun Rencana Ditail Tata Ruang (RDTR) Kota Cibinong Raya yang terdiri dari tujuh kecamatan.

Dalam pengembangan kawasan Kota Cibinong Raya, Pemkab Bogor rencananya akan memperbanyak sentra bisnis.

Kecamatan yang masuk RDTR Kota Cibinong Raya meliputi Cibinong, Babakan Madang, Sukaraja, Citeureup, Bojonggede, Tajurhalang dan kemungkinan Kemang.

Tujuh kecamatan ini akan kami perbanyak sentra bisnisnya. Wilayah Sentul dan Sukaraja rencananya akan menjadi kawasan Central Bisnis District (CBD).

“Kami sedang mengkaji kemungkinan di beberapa kecamatan tertutup untuk pembangunan perumahan, jadi yang akan banyak dikembangkan adalah pusat ekonomi dan bisnis,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin.

Menurut dia, permasalahan perumahan di Kabupaten Bogor cukup merepotkan pemda.

“Setelah selesai dibangun developer, permasalahannya lebih berat di kami seperti masalah sampah, penerangan jalan umum, sarana air bersih, drainase, masalah sosial, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya jadi lebih berat di kami. Maka kami mengajak seluruh stake holder pembangunan untuk berkolaborasi dengan baik,” tuturnya.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved