Breaking News:

VIDEO Kondisi Banjir di Pebayuran Kabupaten Bekasi Terpantau dari Udara, 12.000 Warga Mengungsi

Beberapa desa di wilayah Pebayuran Terdampak banjir, di antaranya yakni Desa Sumberurip, Desa Karangharja, Desa Sumbereja, dan Desa Karangpatri.

Tiga desa itu yakni Karangsegar. Tercatat banjir mencapai ketinggian 2 meter. Akibatnya 5.284 warga mengungsi. Kemudian 2.079 kepala keluarga terkena dampaknya.

Baca juga: Tanggul Sungai Citarum Jebol,Tiga Desa di Pebayuran Terendam Banjir 2,5 Meter 12.000 Warga Mengungsi

Kedua, Desa Sumberurip yang diterjang banjir hingga ketinggian 2 meter. Daerah ini menjadi yang terparah dengan 12.000 kepala keluarga terdampak. Kemudian 5.000 orang terpaksa mengungsi.

Ketiga, Desa Sumberreja dengan ketinggian banjir 1-2 meter. Sebanyak 685 kepala keluarga terdampak dan 2.670 orang terpaksa mengungsi. “Untuk korban jiwa nihil,” ucap dia.

Belasan ribu warga yang mengungsi itu ditempatkan di tujuh lokasi di antaranya di Masjid Assyafaah RT.003/001 Desa Sumberurip Kecamatan Pebayuran sebanyak dengan jumlah pengungsi sebanyak 1500 orang.

Baca juga: Tanggul Sungai Citarum Jebol, 12.000 Warga Pebayuran Kini Terlunta Tinggal di Pengungsian

Kemudian di Puskesmas Karangharja (100 orang), di sepanjang tanggul irigasi di Kampung Pamahan (3000 orang), Masjid Rumah Makan Saung Desa (100 orang), dan di Kantor Desa Sumbersari (70 orang).

Lalu di Kantor Desa Karanghaur dengan jumlah pengungsi sebanyak (175 orang) dan di Kantor Kecamatan Pebayuran (20 orang). Sedangkan sebagian besar warga memilih mengungsi di kediaman kerabatnya masing-masing.

Tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, jebol pada Sabtu (20/2/2021) tengah malam.

Baca juga: VIDEO Kepala BNPB dan Sejumlah Menteri Tinjau Tanggul Jebol Citarum di Karawang

Kejadian tanggul jebol itu dilaporkan oleh salah satu relawan bernama Ayung, pada Minggu (21/2/2021).

Ayung menjelaskan tanggul jebol itu terjadi
sekitar pukul 23.30 WIB saat hujan intensitas tinggi sedang mengguyur wilayah tersebut.

"Posisi lagi hujan deras, tiba-tiba jebol air langsung meluap," katanya. (MAZ)

Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved