Breaking News:

Pemenuhan Pembiayaan Selesai, Proyek Jalintim Sumsel Dimulai Awal Maret

Proyek KPBU Preservasi Jalintim Sumsel ini merupakan proyek KPBU pertama di sektor Jalan Non-tol di Indonesia dan proyek KPBU pertama pendanaan Syaria

istimewa
seremonial Financial Close Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) AP Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Selatan di Auditorium Kementerian PUPR, Senin (22/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Pemenuhan pembiayaan, atau Financial Close Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) AP Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Selatan telah dilakukan di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2021).

Seremoni digelar melalui penyerahan tombstone dari Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman kepada Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian dengan disaksikan oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono,

Proyek KPBU Preservasi Jalintim Sumsel ini merupakan proyek KPBU pertama di sektor Jalan Non-tol di Indonesia dan merupakan proyek KPBU pertama yang mendapatkan pendanaan Syariah.

Sebagai salah satu skema pembiayaan alternatif, proyek KPBU ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah untuk masyarakat melalui proyek infrastruktur yang memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi yaitu melalui peningkatan konektivitas antar wilayah, terutama yang digunakan sebagai jalur logistik, pariwisata, jalan akses ke pelabuhan dan bandara, serta penghematan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan nilai waktu tempuh.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembiayaan pembangunan infastruktur dengan skema KPBU memiliki keunggulan dibandingkan dengan APBN.

“Keuntungan bagi swasta adalah pasti lebih menarik karena ada kepastian pengembalian (investasi) plus keuntungan adanya AP (availability payment/ketersediaan layanan). Sementara keuntungan Pemerintah proyeknya banyak yang mengawasi, kalau APBN yang mengawasai hanya PUPR, sehingga tercipta tertib admininistrasi dan tertib teknis untuk melayani masyarakat lebih baik,” kata Menteri Basuki dalam acara Financial Close Proyek KPBU AP Jalintim Sumsel dan Penyerahan Surat Pemenang Lelang KPBU AP Jalintim Riau, 

“Ini merupakan pencapaian yang sangat baik karena tahapan Financial Close dicapai dengan waktu yang relatif cepat yakni sekitar 6 bulan. Tentunya ini menunjukkan kualitas penyiapan, struktur, dan transaksi proyek yang baik, sehingga dapat memberikan keyakinan bagi perbankan untuk memberikan pembiayaan,” tutur Menteri Basuki.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian menargetkan, konstruksi Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan ( Jalintim Sumsel) akan dilakukan pada 4 Maret 2021.

"Setelah ini kita akan memasuki fase konstruksi yang ditargetkan akan dimulai pada 4 Maret 2021," tegas Hedy

Hedy mengatakan, proses Rencana Teknik Terperinci (RTT) telah selesai dilakukan dan Badan Usaha Pelaksana (BUP) yakni, PT Jalintim Adhi-Abipraya sedang melakukan berbagai persiapan untuk dimulainya konstruksi.

Halaman
123
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved