Banir Bodetabek

Parahnya Banjir di Kabupaten Bekasi, Apa yang Dilakukan Pemkab?

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmadja mengatakan, pihaknya merencanakan program perbaikan aliran sungai pada 2021 untuk mengatasi banjir tahunan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Banjir di Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, mulai surut, ketinggian air menyisakan sekira 40-60 cm pada Selasa (23/2/2021). Lokasi desa itu yang paling terdampak parah akibat tanggul Sungai Citarum jebol. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terdampak banjir parah, sepanjang Sabtu-Minggu (20-21 Februari 2021).

Banjir disebabkan karena curah hujan tinggi, juga diperparah adanya tanggul jebol di Sungai Citarum.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmadja mengatakan, pihaknya merencanakan program perbaikan aliran sungai pada 2021 untuk mengatasi banjir tahunan.

Termasuk penanggulangan banjir yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Citarum di Kecamatan Pebayuran beberapa waktu lalu.

Baca juga: Viral Perempuan Muda Berjalan di Toko Tasikmalaya hanya Menggunakan Pakaian Dalam, Bikin Heboh Warga

Baca juga: PERHATIAN! Pemprov DKI Lipat Gandakan Sanksi Penolak Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Wagub DKI Ariza

Baca juga: Viral Video Ribuan Ikan Lele Berhamburan di Pinggir Jalan Grand Alam Sutera Serpong, Warga Berebutan

"Kita segera lalukan penanganan terdampak banjir, karena penanganan banjir memang tidak bisa parsial," kata Eka, pada Selasa (23/2/2021).

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Sukmawatty mengatakan pihaknya kedepannya akan melakukan langkah penanggulangan banjir dengan melakukan program perbaikan daerah aliran sungai (DAS) di Tahun 2021.

"Untuk penanganan banjir memang tidak bisa parsial, karena lokasi kita ada di daerah hilir yang menampung aliran dari hulunya sebelum ke laut," katanya, pada Selasa (23/2/2021).

Sukmawatty menerangkan penanganan yang dilakukan adalah perbaikan-perbaikan terhadap pintu air bendung, normalisasi sungai-sungai yang mengalami pendangkalan, perbaikan tanggul-tanggul yang jebol dan perbaikan gorong - gorong yang mampet.

"Pekerjaan itu disesuaikan dengan kewenangannya baik itu dari kami Pemkab Bekasi, Provinsi ataupun pusat," kata Watty.

Oleh karena itu, Sukmawatty menjelaskan untuk saat ini pihaknya menginventarisir di penyebab banjir dan kerusakan infrastruktur serta rencana perbaikan kedepannya.

"Tentang kondisi yang diperlukan dan kerusakan yang terjadi. Perlakuannya berbeda sesuai kondisinya," tandasnya.

Baca juga: Kisah Hendi, Selama 2 Tahun Diteror Ribuan Pesan Porno Lewat WhatsApp hingga Hampir Diceraikan Istri

Baca juga: LOWONGAN KERJA Relawan Tenaga Kesehatan DKI Jakarta, Ada 11 Posisi, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Baca juga: Propam Dalami Kemungkinan Kompol Yuni Purwanti Bagian Pengedar Narkoba

Dari 134 titik banjir di Kabupaten Bekasi, hari ini menyisakan 45 titik banjir saja. Warga terdampak banjir ada sekitar 8.283.

Sebelumnya, sebanyak 27.928 keluarga terdampak banjir di wilayah Kabupaten Bekasi sepanjang Sabtu-Minggu (20-21 Februari 2021).

Banjir menyebar di 134 titik di 62 desa dan 19 kecamatan dari 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi. Ketinggian genangan bervariasi mulai dari puluhan sentimeter hingga dua meter. Selain luapan sungai, banjir juga disebabkan jebolnya tanggul sehingga air dengan cepat menggenangi permukiman penduduk.

Mencekam

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved