Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Operasi Yustisi di Kabupaten Bogor, 52  Warga Rumpin Terjaring Operasi PPKM Lantaran Langgar Prokes

Operasi Yustisi di Kabupaten Bogor, 52  Warga Rumpin terjaring Operasi PPKM lantaran langgar prokes.

Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Operasi Yustisi di Kabupaten Bogor, 52  Warga Rumpin terjaring Operasi PPKM lantaran langgar prokes. 

WARTAKOTALIVE.COM, RUMPIN - Operasi Yustisi di Kabupaten Bogor, 52  warga Rumpin terjaring operasi PPKM lantaran langgar prokes.

Kabupaten Bogor kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 23 Februari hingga 8 Maret 2021.

Perpanjang PPKM ini dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang masih cukup tinggi di wilayah ini.

Selama PPKM ini semua kegiatan masyarakat juga wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Untuk memastikan pelaksanaan prokes ini , Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor rutin menggelar operasi yustisi di setiap kecamatan.

Pada Selasa (23/2/2021), Polsek Rumpin  bersama Koramil, Satpol PP dan Dishub yang tergabung dalam  satuan tugas penangan Covid-19 melakukan operasi yustisi PPKM di Pasar Gibang,  Desa Gobang, Kecamatan Rumpin. 

Baca juga: Soal Penanganan Covid-19, DPRD Kabupaten Bogor Minta Pemkab Bogor Refocusing Anggaran

Dalam operasi ini, Satuan Covid-19 Kecamatan Rumpin melakukan penindakan - penindakan bagi para pelanggar protokol kesehatan.

“Ada 112 orang diberikan teguran, diantaranya sangsi sosial sebanyak 75 orang dan 52 orang di berikan sangsi fisik. Kami juga membagikan 200 masker,” kata Kapolsek Rumpin Kompol Dali Saputra, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Pemkab Bogor Kaji Tolak Perumahan Baru di Kawasan Cibinong Raya Kabupaten Bogor

Dia menambahkan kegiatan ini akan terus dilakukan sebagi upaya penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

“Penindakan-penindakan akan terus kita tegakan bagi para pelanggar protokol kesehatan,” papar Dali.

Menurut dia, penindakan bagi para pelanggar akan memberikan efek jera sehingga tidak mengulangi pelanggaran protokol kesehatan lagi di kemudian hari.

“Dalam pelaksanaan kedepan kita juga akan lakukan pemantauan secara langsung terhadap aktivitas-aktivitas masyarakat yang dapat berpotensi terjadinya pelanggaran protokol kesehatan,” pungkasnya.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved