Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Temuan Survey, DPR RI Sebut Masih Ada Masyarakat Indonesia Enggan Divaksin

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengaku sudah mendiskusikan temuan tersebut dengan Kementerian Kesehatan.

Wartakotalive.com/Desy Selviany
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris saat mengunjungi RSUD Kembangan, Jakarta Barat terkait vaksin Covid-19, Selasa (23/2/2021). Sebelumnya, viral video antrean vaksin Covid-19 lansia. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEMBANGAN - Komisi IX DPR RI mencatat bahwa masih ada masyarakat Indonesia yang masih enggan divaksin Covid-19.

Hal itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan beberapa lembaga survey di Indonesia. 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengaku sudah mendiskusikan temuan tersebut dengan Kementerian Kesehatan.

"Maka tadi malam saya sudah diskusi langsung dengn Menteri Kesehatan soal bagaimana kami menggencarkan lagi sosialiasi vaksin Covid-19," ungkapnya ditemui di RSUD Kembangan, kembangan, Jakarta Barat pada Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Viral Perempuan Muda Berjalan di Toko Tasikmalaya hanya Menggunakan Pakaian Dalam, Bikin Heboh Warga

Baca juga: PERHATIAN! Pemprov DKI Lipat Gandakan Sanksi Penolak Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Wagub DKI Ariza

Baca juga: Viral Video Ribuan Ikan Lele Berhamburan di Pinggir Jalan Grand Alam Sutera Serpong, Warga Berebutan

Charles berharap ada sosialisasi di masyarakat terkait pentingnya vaksin Covid-19.

Sebab yang dapat akhiri Pandemi Covid-19 hanyalah herd imunnity dan vaksin merupakan herd imunnity yang aman bagi masyarakat.

Apabila Covid-19 dibiarkan dan menimbulkan herd imunnity secara alamiah, maka dikhawatirkan akan lebih banyak nyawa tumbang karena virus ini.

"Dampaknya tidak main-main yakni ke ekonomi, sosial, politik besar dan makan waktu cukup lama. Jadi pemerintah harus intervensi lewat vaksinasi ini," jelasnya.

Maka dari itu kata Charles, untuk mendukung upaya penyelesaian masalah Covid-19, pihaknya bersama Kementerian Kesehatan sepakat menambah anggaran untuk mengurus masalah Covid-19.

Baca juga: Kisah Hendi, Selama 2 Tahun Diteror Ribuan Pesan Porno Lewat WhatsApp hingga Hampir Diceraikan Istri

Baca juga: LOWONGAN KERJA Relawan Tenaga Kesehatan DKI Jakarta, Ada 11 Posisi, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Baca juga: Propam Dalami Kemungkinan Kompol Yuni Purwanti Bagian Pengedar Narkoba

Dalam rapat yang digelar beberapa hari lalu, pemerintah dan DPR RI sepakat menambah anggaran Covid-19 sebesar Rp134 triliun untuk tahun 2021.

Anggaran itu diperuntukan baik untuk diagnosa, terapi, dan vaksinasi.

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved